Arema FC Dikalahkan Bhayangkara FC, Kepemimpinan Wasit Disorot

Arema FC menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara FC dalam lanjutan BRI Super League, dengan kepemimpinan wasit menjadi sorotan.

Arema FC mengalami kekalahan 1-2 dari Bhayangkara FC dalam pertandingan yang diwarnai kontroversi kepemimpinan wasit. Pertandingan pekan ke-25 BRI Super League ini berlangsung di markas Bhayangkara Presisi Lampung FC, Selasa (10-3-2026).

Kekalahan tersebut memicu kekecewaan dari pelatih Arema FC, Marcos Santos. Ia menyoroti kinerja wasit Yudai Yamamoto yang dinilai merugikan timnya.

Marcos Santos mengaku tidak kecewa dengan performa pemainnya, namun lebih menyoroti keputusan-keputusan wasit. Beberapa keputusan wasit asal Jepang tersebut dianggap merugikan Arema. Pablo Oliveira dan Dalberto Luan mendapatkan kartu merah setelah peninjauan VAR, sementara Matheus Blade juga diusir keluar lapangan usai laga karena protes berlebihan. Selain itu, Arema juga dihukum penalti di menit ke-88, yang berhasil dieksekusi oleh Moussa Sidibe dan menjadi gol penentu kemenangan Bhayangkara FC.

"Sulit kalau bicara tentang sepak bola. Tapi, pemain kami sudah bermain bagus. Lawan juga punya kualitas. Kalau melihat situasi di lapangan, tidak mungkin kami bisa menang. Wasit mulai awal sampai akhir membuat kami sulit," kata Marcos Santos.

Padahal, Arema sempat unggul di babak pertama melalui gol Joel Vinicius. Namun, setelah bermain dengan sembilan pemain, Privat Mbarga berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-75.

Marcos Santos mempertanyakan kartu merah yang diterima Dalberto Luan. Menurutnya, dalam perseteruan dengan bek Bhayangkara, Slavko Damjanovic, seharusnya kedua pemain mendapatkan hukuman yang setimpal.

"Selama pengalaman melatih di Seri A Brasil hingga Copa Libertadores, baru kali ini saya melihat wasit seperti itu. Bukannya saya tidak respek kepada wasit. Kalau kartu merah untuk Dalberto, harusnya pemain Bhayangkara juga dapat. Setelah pertandingan, Blade juga dapat kartu merah karena protes dengan situasi pertandingan ini," keluh pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Di akhir konferensi pers, Marcos Santos dengan nada bercanda menyarankan agar wasit Yudai Yamamoto diberikan penghargaan man of the match (MOTM). "Siapa yang dapat handphone untuk pemain terbaik? Tolong dikasihkan ke dia (wasit)," kata Marcos sambil tertawa.

Marcos Santos menyayangkan kejadian ini, terutama karena wasit yang bertugas adalah wasit asing. Ia berharap wasit asing dapat memberikan contoh yang baik dan bertanggung jawab. Marcos juga mengapresiasi perjuangan pemain Arema hingga menit akhir.

Recommended