Arema FC Terpuruk, Manajemen Pertimbangkan Evaluasi Pelatih?

Arema FC mengalami tiga kekalahan beruntun di BRI Super League 2025/2026. Manajemen klub memberi sinyal akan melakukan evaluasi.

Arema FC menghadapi kemungkinan evaluasi pelatih setelah serangkaian hasil buruk di BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Singo Edan ini gagal meraih poin dalam tiga pertandingan terakhir.

Borneo FC, Bali United, dan Bhayangkara FC menjadi mimpi buruk bagi Arema. Rentetan kekalahan ini menimbulkan spekulasi mengenai masa depan pelatih Marcos Santos.

Tradisi pemecatan pelatih kerap menghantui Arema setiap kali mengalami tiga kekalahan beruntun. Fase sulit di bulan Ramadhan tampaknya berlanjut bagi Arema, yang hanya meraih satu poin dari empat pertandingan.

General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, menyatakan bahwa analisis akan dilakukan ke depannya. Kartu merah yang diterima pemain seperti Pablo Oliveira, Dalberto Luan, dan Matheus Blade juga menjadi pertimbangan.

Marcos Santos menjelaskan insiden usai laga melawan Persija Jakarta pada 8 Februari 2026. Ia menilai situasi tersebut terjadi karena emosi pertandingan.

Musim ini, performa Arema tidak stabil. Mereka berada di posisi ke-11 dengan 31 poin, jauh dari target lima besar. Meski demikian, posisi Marcos masih aman hingga pekan ke-25.

Manajemen mungkin berpikir dua kali untuk mengganti pelatih dengan sisa sembilan pertandingan. Marcos sempat berada di ujung tanduk pada putaran pertama akibat hasil buruk di kandang.

Enam laga beruntun tanpa kemenangan di Stadion Kanjuruhan hampir membuatnya kehilangan jabatan. Namun, performa tandang yang baik menyelamatkannya. Kekalahan tandang terakhir terjadi saat melawan Bali United pada 4 Januari 2026.

Rumor mengenai tawaran dari klub kasta ketiga Brasil juga beredar. Namun, Marcos memilih fokus bersama Arema.

Arema memiliki jeda tiga pekan sebelum menjamu Malut United pada 3 April di Stadion Kanjuruhan. Laga ini diprediksi sulit, mengingat Malut United berada di papan atas dan Arema kehilangan beberapa pemain akibat akumulasi kartu.

"Kami kehilangan Pablo Oliveira, Dalberto Luan dan Matheus Blade. Selain itu ada yang akumulasi kartu kuning. Sama seperti pertandingan melawan Bhayangkara. Akan jadi hal yang sulit," kata Marcos.

Ekspektasi manajemen terhadap Marcos cukup tinggi, terutama setelah investasi besar pada pemain baru di putaran kedua. Jika performa tim tidak membaik, kontraknya bisa diakhiri lebih cepat.

Musim lalu, Arema menggunakan tiga pelatih. Joel Cornelli dipecat di akhir putaran pertama, digantikan Kuncoro sebagai pelatih sementara, dan Ze Gomes di putaran kedua.

Recommended