Perjuangan Hairani Armaya Doremi, atau yang akrab disapa Armaya Doremi, membuahkan hasil manis. Setelah berjuang dengan bahasa Inggris, ia berhasil lulus S2 dan menjadi pembicara utama wisuda di Northeastern University, Amerika Serikat.
Armaya tak menyangka pidatonya terpilih. Ia selalu ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik, tetapi tidak pernah membayangkan akan kuliah di Amerika Serikat.
"Aku selalu ingin mendapat pendidikan yang lebih baik, tapi aku tidak pernah menyangka akan berada di Amerika di Northeastern University," kata Armaya Doremi saat menyampaikan pidato pada Wisuda Northeastern University, Boston, Amerika Serikat Tahun 2021 dikutip dari akun Instagram @armayadoremi, Kamis, 26 Februari 2026.
Dalam pidatonya, Armaya menceritakan bahwa sejak usia 15 tahun, ia sudah bekerja dan membiayai hidupnya sendiri dengan menjadi penyanyi dan DJ karena keterbatasan ekonomi orang tua.
Untuk menggapai mimpinya, Armaya juga berjuang keras belajar bahasa Inggris.
"Aku belajar bahasa Inggris setiap malam mengatasi tantangan belajar bahasa kedua yang membuatku menangis dan kecewa, tapi aku tak menyerah," tegasnya.
Armaya juga membagikan kata-kata Soekarno yang selalu menjadi pegangan hidupnya.
"Seperti Soekarno, Presiden pertama RI berkata 'Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun ke laut yang dalam'. Dengan kata lain, jangan takut mengambil risiko, karena mungkin ada sesuatu yang sangat berharga menantimu," kata Armaya Doremi.
Armaya Doremi lahir di Binjai, Sumatra Utara, pada tahun 1989. Ia meraih gelar D3 Pariwisata dari Universitas Sumatra Utara di Medan. Pada tahun 2010, ia mengikuti ajang Indonesian Idol sambil bekerja sebagai penyanyi dan DJ.
Pada tahun 2011, Armaya pindah ke Jakarta dan menempuh S1 Komunikasi di Universitas Prof.Dr. Moestopo Beragama. Selama kuliah, ia bekerja selama 5 tahun dengan Viktor Bungtilu Laiskodat, yang saat itu belum menjabat sebagai Gubernur NTT.
Armaya kemudian mendapat tawaran studi di Melbourne, Australia, dan mengambil les bahasa Inggris intensif selama 10 bulan.
Viktor Laiskodat menyarankan Armaya untuk menempuh S2 di Amerika Serikat. Setelah lulus tes TOEFL setelah 7 kali percobaan, ia akhirnya diterima di Universitas Northeastern.
Sempat tertipu agen yang menjanjikan pendaftaran ke Northeastern, Armaya tidak menyerah. Ia tinggal di asrama selama empat bulan untuk beradaptasi dengan budaya dan sistem belajar di Amerika, serta mengikuti program pra-S2 selama dua semester.
Armaya terus belajar dan aktif dalam berbagai kegiatan kampus. Kerja kerasnya membuahkan hasil dengan dinobatkannya sebagai salah satu kandidat mahasiswi terbaik di jurusannya.
Ia kemudian mendaftarkan diri sebagai pembicara utama wisuda dengan harapan dapat membagikan kisah hidupnya yang inspiratif. Naskah pidato dan video rekamannya, beserta rekomendasi dari lima dosen, mengantarkannya menjadi pembicara utama wisuda tahun 2021.
"Doremi tanya apa nih kriterianya yang membuat Doremi tuh terpilih. Terus mereka bilang, dengan story kamu yang sangat (inspiratif) dan juga cara kamu speech di video itu, kita yakin bahwa kamu bisa membawa suasana yang bagus untuk di commencement speaker," kata Doremi.
Armaya berpidato di Fenway Park, stadion tim baseball Red Sox Boston, di hadapan ratusan lulusan dan tamu undangan. Ia mengenakan kebaya tradisional Indonesia di balik toganya dan menyanyikan lagu "Feeling Good" di akhir pidatonya.
"Sepertinya kita punya calon dekan baru," puji Mary Ludden, Dekan Sementara Universitas Northeastern.
Karier Armaya Doremi
Setelah menyelesaikan S2, Armaya bekerja di TikTok dan mendalami dunia media sosial. Pada tahun 2024, ia mendirikan agensi media sosial bernama Ayamra Media, yang melayani klien di bidang hospitality, organisasi nirlaba, chef, real estate, politisi, hingga pemerintahan di Boston.
Dalam satu tahun, Ayamra Media menjadi mitra untuk acara-acara pemerintah Boston dan mempekerjakan empat karyawan asal Indonesia.
Armaya juga dipercaya sebagai pembicara di berbagai acara tentang pengelolaan media sosial dan pembuatan konten.
Kisah Armaya Doremi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berjuang dan tidak menyerah dalam menggapai impian.