Desa Tompobulu Kembangkan Potensi Lokal Jadi Kekuatan Ekonomi

Desa Tompobulu, Pangkep, sukses mengubah potensi alam, budaya, dan kearifan lokal menjadi pendorong ekonomi masyarakat, didukung program Desa BRILiaN.

Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, berhasil mengoptimalkan potensi alam, budaya, serta kearifan lokal. Upaya ini mengubahnya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, seperti dilansir dari Detik Finance.

Meskipun mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani, desa ini kaya akan kuliner tradisional, salah satunya saraba daun kelor. Minuman berbahan dasar jahe dan daun kelor ini kini semakin dikenal luas, menjadi salah satu identitas sekaligus aktivitas ekonomi desa.

Potensi yang ada di Desa Tompobulu tidak hanya menjadi ciri khas lokal, tetapi juga berkembang menjadi bagian vital dari ekonomi masyarakat. Sektor pariwisata, khususnya, mulai berperan sebagai motor penggerak baru yang diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi desa di masa depan.

Perkembangan positif ini didukung oleh berbagai pencapaian Desa Tompobulu dalam beberapa tahun terakhir. Desa ini meraih prestasi di tingkat nasional maupun daerah, termasuk sebagai juara nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan penghargaan dalam Lomba Desa Pariwisata Kementerian Desa. Desa Tompobulu juga masuk nominasi desa terbaik pada ajang Desa BRILiaN.

Kepala Desa Tompobulu, Abdul Kadir Hakim, menyatakan bahwa capaian tersebut memicu semangat masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. "Capaian ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi desa," ujarnya pada Senin (30/3/2026).

Dukungan Program Desa BRILiaN

Pengembangan desa semakin optimal berkat program Desa BRILiaN. Kedekatan masyarakat dengan layanan perbankan menjadi faktor penting, mengingat banyak warga adalah pelaku UMKM dan penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program ini, pendampingan berkelanjutan diberikan oleh BRI. Pendampingan tersebut meliputi penguatan ekonomi desa, digitalisasi layanan keuangan, dan peningkatan kapasitas pengelolaan potensi lokal.

Seiring dengan itu, potensi pariwisata di Desa Tompobulu terus dikembangkan secara terintegrasi. Desa ini memiliki sejumlah destinasi wisata yang tersebar di dalam maupun di luar kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Salah satu daya tarik utamanya adalah Puncak Pendagang Bulu Sarang di Dusun Bulu-Bulu, yang berada di ketinggian 1.353 meter di atas permukaan laut.

Pertumbuhan sektor pariwisata ini juga memberikan dampak positif pada pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal. Produk saraba daun kelor, misalnya, kini telah dipasarkan ke berbagai daerah melalui jaringan distribusi yang terus berkembang.

Penguatan Kelembagaan dan Inovasi

Di sisi lain, usaha gula aren tetap mempertahankan proses produksi tradisional berbasis gotong royong. Hal ini tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga memperkuat nilai sosial dalam masyarakat.

Peran kelembagaan desa juga krusial dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari layanan Wi-Fi desa, depot air galon, hingga usaha produktif lainnya. Kehadiran BUMDes diharapkan menjadi penggerak ekonomi dan berkontribusi pada peningkatan Pendapatan Asli Desa.

Seluruh upaya tersebut diperkuat oleh dukungan sektor perbankan. BRI hadir melalui penyediaan akses keuangan yang inklusif dan terintegrasi, seperti penyaluran KUR, penguatan AgenBRILink yang terhubung dengan BUMDes, implementasi pembayaran digital berbasis QRIS, serta pemanfaatan aplikasi BRImo untuk mempermudah transaksi masyarakat.

Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menjelaskan bahwa program Desa BRILiaN adalah bagian dari komitmen BRI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan dan inklusif. "Desa BRILiaN dirancang sebagai program pemberdayaan desa berbasis empat pilar utama, yakni penguatan kelembagaan desa seperti BUMDes dan koperasi, digitalisasi layanan keuangan, pengembangan ekonomi berkelanjutan, serta inovasi desa," jelas Akhmad.

Akhmad menambahkan, hingga saat ini lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia telah bergabung dalam program Desa BRILiaN dan menerima pendampingan berkelanjutan. "BRI akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa, sehingga potensi lokal dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkas Akhmad.

Sinergi antara potensi lokal, penguatan kelembagaan, dan dukungan berkelanjutan dari BRI menjadikan Desa Tompobulu tumbuh sebagai desa wisata yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, menjadi contoh nyata transformasi ekonomi desa di Indonesia.

Recommended