Arsenal mengusung misi besar saat bertandang ke markas Atletico Madrid pada pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions UEFA yang dijadwalkan berlangsung Selasa, 28 April 2026, waktu setempat. Laga ini menjadi langkah vital bagi klub asal London tersebut untuk menembus final kedua mereka sepanjang sejarah klub.
Klub asuhan Mikel Arteta ini berupaya memutus label tim yang hampir juara setelah konsisten finis sebagai runner-up di kompetisi domestik dalam tiga musim terakhir. Sebagaimana dilansir dari Bola, Arsenal tercatat hanya pernah mencapai babak final satu kali pada tahun 2006, namun gagal meraih trofi setelah ditaklukkan oleh Barcelona.
Performa tim di kancah Eropa dalam dua tahun terakhir juga menjadi sorotan setelah tersingkir di babak perempat final pada 2024 dan semifinal pada musim lalu. Namun, saat ini Arsenal berada dalam posisi kuat karena memimpin klasemen Premier League di tengah persaingan ketat melawan Manchester City.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, menyatakan bahwa pengalaman pahit di musim-musim sebelumnya telah memperkuat mentalitas skuad dalam menghadapi tekanan besar. Skuad The Gunners kini tercatat hanya membutuhkan tujuh pertandingan lagi untuk berpotensi mengukir sejarah di dua kompetisi berbeda secara sekaligus.
"Kami adalah semifinalis Liga Champions, nikmati momen ini dan hadapi tantangannya," ujar Declan Rice, Gelandang Arsenal. Rice juga menekankan bahwa timnya sudah terbiasa memainkan laga besar di level tertinggi selama empat tahun terakhir sehingga siap menghadapi atmosfer di Madrid.
Meskipun memiliki ambisi besar, kesiapan skuad Arsenal terganggu oleh kabar cedera yang menimpa dua pemain kunci, Eberechi Eze dan Kai Havertz. Kondisi kedua pemain tersebut masih diragukan untuk tampil setelah mengalami masalah kebugaran pada pertandingan sebelumnya.
Eze menjadi sosok krusial bagi serangan tim setelah berhasil mencatatkan gol ke-10 pada musim ini sebelum dibekap cedera. Jika berhasil menyingkirkan Atletico Madrid, Arsenal dipastikan akan berhadapan dengan pemenang antara Paris Saint-Germain atau Bayern Munich di partai puncak kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.