Arsenal Gagal Raih Quadruple, Disingkirkan Southampton dari Piala FA

Mimpi Arsenal meraih quadruple musim ini runtuh setelah kalah dari Southampton di Piala FA dan sebelumnya gagal di Carabao Cup. Tekanan makin tinggi.

Harapan besar yang mengiringi langkah Arsenal untuk meraih empat gelar juara musim ini harus pupus. Klub berjuluk The Gunners tersebut awalnya digadang-gadang mampu mencapai prestasi quadruple yang belum pernah terjadi, namun realitas berkata lain. Dalam kurun waktu singkat, mimpi itu runtuh satu per satu.

Kekalahan dari Manchester City di final Carabao Cup menjadi pukulan awal. Selanjutnya, mereka tersingkir secara dramatis dari Piala FA setelah takluk dari Southampton. Tekanan kini berada pada titik tertinggi bagi skuad asuhan Mikel Arteta, terutama karena Liga Inggris dan Liga Champions masih menyisakan peluang juara.

Seperti diberitakan oleh Bola, pertandingan perempat final Piala FA di St Mary's pada Minggu (5/4/2026) berlangsung sengit. Southampton tampil penuh determinasi dan berhasil unggul lebih dulu melalui gol Ross Stewart di babak pertama. Arsenal sempat bangkit setelah pemain pengganti Viktor Gyokeres mencetak gol penyeimbang pada menit ke-68.

Momentum seolah berpihak kepada tim tamu yang terus menekan. Namun, drama terjadi di menit ke-85 ketika Shea Charles mencetak gol penentu kemenangan. Gol tersebut membuat publik tuan rumah bersorak sekaligus mengubur harapan Arsenal di kompetisi ini. Kekalahan ini merupakan yang pertama secara beruntun bagi Arsenal musim ini, sekaligus kekalahan kelima mereka sepanjang kampanye 2025/2026.

Tekanan Meningkat, Mental Tim Jadi Sorotan

Hasil minor ini segera memunculkan pertanyaan besar mengenai mentalitas para pemain Arsenal. Dengan dua kompetisi besar yang masih tersisa, mereka harus segera bangkit jika tidak ingin musim ini berakhir tanpa gelar. Theo Walcott, legenda yang pernah membela kedua klub, menilai Arsenal tidak boleh membiarkan situasi ini berkembang menjadi krisis.

Walcott menyoroti adanya energi gugup di pinggir lapangan yang menurutnya berdampak pada performa tim. "Jangan sampai musim mereka lepas begitu saja. Semua yang sudah mereka bangun sepanjang musim ini tidak boleh runtuh karena momen seperti ini," ujar Walcott. "Ada ketegangan yang terlihat jelas. Bukan hanya Arteta, banyak staf ikut bereaksi. Terlihat seperti terlalu banyak instruksi, terlalu banyak pesan dalam satu waktu," lanjutnya.

Arteta Bela Pemain, Siap Tanggung Jawab Penuh

Di tengah berbagai kritik yang mulai bermunculan, pelatih Mikel Arteta memilih untuk berdiri di garis depan demi melindungi para pemainnya. Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan tidak akan menyalahkan skuadnya, meskipun hasil yang diraih jauh dari harapan.

"Saya mencintai para pemain saya. Apa yang mereka lakukan selama sembilan bulan ini luar biasa. Saya tidak akan mengkritik mereka hanya karena kami kalah dalam pertandingan seperti ini," tegas Arteta. "Seseorang harus bertanggung jawab dan itu adalah saya. Kami masih memiliki fase terbaik musim ini di depan kami. Ini adalah momen pertama kami mengalami situasi seperti ini."

Arteta juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan diri tim dan terus berpegang pada filosofi permainan yang telah dibangun. "Kami harus memberikan kejelasan, keyakinan, dan terus percaya pada pemain. Kami harus menjaga kecepatan, sikap, dan energi di level tertinggi karena itu sangat penting untuk memenangkan pertandingan," imbuhnya.

Badai Cedera dan Rotasi Pemain Menjadi Perhatian

Kekalahan Arsenal ini tidak terlepas dari kondisi skuad yang sedang tidak ideal. Arteta melakukan tujuh perubahan dari tim yang tampil di final Carabao Cup. Sejumlah pemain kunci seperti Declan Rice, Bukayo Saka, dan Leandro Trossard tidak masuk skuad utama. Sementara itu, William Saliba hanya berada di bangku cadangan.

Gabriel Magalhaes bahkan harus ditarik keluar karena mengalami cedera lutut, menambah daftar masalah yang harus dihadapi Arteta. Namun, Christian Norgaard menegaskan bahwa kondisi tim bukan alasan kekalahan. "Tidak ada alasan. Ini tidak ada hubungannya dengan cedera atau ketersediaan pemain. Kami memiliki tim yang cukup bagus untuk bersaing di level tinggi," ujarnya.

Performa Disorot, City Kian Mengancam Posisi Puncak

Penampilan Arsenal dalam laga ini juga mendapat kritik dari mantan bek Inggris, Micah Richards. Ia menilai performa The Gunners jauh di bawah standar yang biasa mereka tampilkan. "Sangat mengecewakan melihat cara mereka bermain. Biasanya mereka solid dalam bertahan dan transisi, tetapi kali ini sangat buruk," kata Richards.

Di sisi lain, Manchester City justru semakin menunjukkan kekuatan mereka. Setelah menjuarai Carabao Cup, City juga melaju ke semifinal Piala FA dan siap kembali menjadi pesaing utama Arsenal dalam perburuan gelar Liga Inggris. Pertemuan kedua tim di Etihad Stadium pada April mendatang diprediksi akan menjadi laga krusial dalam menentukan arah perburuan gelar liga. Kini, Arsenal tidak punya banyak waktu untuk meratapi kegagalan dan harus segera bangkit.

Recommended