Arsenal Puncaki Klasemen Premier League Jelang Akhir Musim 2026

Arsenal memimpin klasemen Liga Inggris hingga pekan ke-35 musim 2025/2026 dengan keunggulan enam poin dari pesaing terdekatnya.

Arsenal mengokohkan posisi di puncak klasemen sementara Premier League musim 2025/2026 setelah mengumpulkan 76 poin hingga pekan ke-35 pada Selasa (5/5/2026). Skuad asuhan Mikel Arteta kini unggul enam angka dari Manchester City yang berada di posisi kedua.

Kemenangan telak tiga gol tanpa balas atas Fulham di Emirates Stadium menjadi hasil terbaru yang diraih klub berjuluk Meriam London tersebut. Dilansir dari Bola, Arsenal kini hanya menyisakan empat pertandingan untuk memastikan gelar juara liga pertama mereka sejak musim 2003/2004.

Keberhasilan musim ini didukung oleh performa solid lini belakang yang dihuni pemain seperti Ben White, William Saliba, Gabriel, dan Riccardo Calafiori. Namun, sejarah panjang kompetisi kasta tertinggi Inggris ini juga mencatat deretan pemain bertahan yang justru tampil mengecewakan bagi klubnya.

Berdasarkan data Givemesport, terdapat sejumlah nama yang dianggap sebagai rekrutan terburuk, salah satunya Per Kroldrup yang didatangkan Everton seharga 5 juta poundsterling. Pemain asal Denmark tersebut tercatat hanya tampil satu kali sebelum akhirnya dilepas oleh manajemen klub asal Merseyside itu.

Winston Bogarde juga menjadi catatan kelam bagi Chelsea setelah ia tetap bertahan selama empat tahun meski minim kontribusi akibat gaji yang tinggi. Selama periode 2000 hingga 2004, pemain asal Belanda ini tercatat hanya bermain sebanyak 12 kali sebelum kontraknya berakhir.

Kasus serupa menimpa Leeds United saat meminjam bek asal Brasil, Roque Junior, dari AC Milan pada tahun 2003. Mantan juara Piala Dunia tersebut justru tampil buruk dengan catatan kebobolan 24 gol hanya dalam lima pertandingan dan sempat menerima kartu merah pada laga debutnya.

Catatan performa buruk lainnya datang dari Frank Sinclair yang dikenal karena sering melakukan kesalahan fatal di lini belakang Leicester City. Sinclair mencetak dua gol bunuh diri dalam kurun waktu satu pekan saat menghadapi Arsenal dan Chelsea pada musim 1999.

Recommended