Amerika Serikat Percepat Pengembangan Senjata Hipersonik Guna Kejar Ketertinggalan

Pentagon memprioritaskan pengembangan senjata hipersonik untuk menyaingi China dan Rusia di tengah keterbatasan fasilitas pengujian pada April 2026.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) memprioritaskan percepatan pengembangan teknologi senjata hipersonik pada Kamis (23/4/2026) guna mengejar ketertinggalan dari Rusia dan China. Langkah ini diambil setelah serangkaian penundaan program dan keterbatasan kapasitas fasilitas pengujian teknis yang menghambat kemajuan militer AS.

Dilansir dari Detik iNET, pejabat Pentagon mengungkapkan bahwa Chief Technology Officer Emil Michael telah menetapkan 'Scaled Hypersonics' sebagai area teknologi kritis. Kebijakan tersebut bertujuan memusatkan sumber daya untuk menciptakan solusi senjata yang hemat biaya namun tetap memiliki daya hancur tinggi di medan tempur.

Sistem hipersonik memiliki keunggulan pada kecepatan ekstrim dan kemampuan manuver yang sulit dideteksi oleh radar konvensional. Berbeda dengan rudal balistik tradisional yang memiliki jalur tetap, senjata ini dapat mengubah arah saat terbang di ketinggian rendah untuk menghindari sistem pertahanan musuh.

Hambatan utama dalam pengembangan ini terletak pada minimnya infrastruktur pengujian yang mampu mensimulasikan kecepatan hipersonik secara berkelanjutan. Kondisi tersebut memaksa berbagai program militer untuk mengantre lama sebelum bisa melakukan uji coba perangkat keras di lapangan.

"Orang-orang bisa berinovasi dan berkreasi dengan sangat cepat. Dan satu-satunya cara menyaring karya mereka adalah dengan benar-benar mengujinya," kata Mark Bigham, mantan eksekutif Raytheon, terkait kendala fasilitas pengujian yang menjadi penghambat utama inovasi di Amerika Serikat.

Pemerintah AS juga mengalokasikan dana sekitar USD 387 juta bagi Angkatan Udara untuk memulai tahap pengadaan senjata cepat yang diluncurkan dari udara. Program ini dihidupkan kembali setelah sebelumnya sempat dihentikan akibat kegagalan beruntun dalam beberapa sesi uji coba sebelumnya.

Selain mengembangkan serangan, Badan Pertahanan Rudal AS bekerja sama dengan Northrop Grumman untuk mempercepat pembuatan Glide Phase Interceptor. Sistem pertahanan ini dirancang khusus untuk menghancurkan rudal hipersonik lawan saat berada di fase tengah penerbangan melalui jaringan pelacakan berbasis ruang angkasa.

Recommended