AssoCalciatori Desak Aturan Wajib Pemain Lokal di Serie A Pasca-Kegagalan Piala Dunia

Asosiasi pemain Italia, AssoCalciatori, mendesak intervensi politik untuk mewajibkan klub Serie A memakai pemain lokal pasca-kegagalan Piala Dunia 2026.

Setelah Timnas Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia 2026, Asosiasi Pemain Sepak Bola Italia, AssoCalciatori, secara resmi mengusulkan aturan baru. Aturan ini mewajibkan klub-klub Serie A untuk memberikan lebih banyak kesempatan bermain kepada pemain lokal Italia. Desakan ini muncul sebagai respons atas kekalahan memilukan dari Bosnia-Herzegovina dalam drama adu penalti pada laga final playoff Piala Dunia 2026 di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada Rabu, 1 April 2026 dini hari WIB, seperti dilansir dari Bola.

Presiden AssoCalciatori, Umberto Calcagno, menilai Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) saat ini belum memiliki landasan hukum yang memadai untuk menerapkan kebijakan semacam itu. Oleh karena itu, ia melihat intervensi dari ranah politik sebagai satu-satunya cara untuk mewujudkan gagasan ini.

Usulan tersebut mencuat di tengah evaluasi besar-besaran terhadap sepak bola Italia pasca-kegagalan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Calcagno menyoroti bahwa kegagalan ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan indikasi masalah struktural, salah satunya adalah semakin minimnya pemain Italia yang mendapatkan kesempatan bermain secara reguler di level tertinggi kompetisi. Fenomena ini terlihat jelas di klub Como.

Meski tampil mengejutkan di Serie A di bawah arahan Cesc Fabregas, Como tercatat hanya memainkan satu pemain lokal Italia di posisi lapangan selama satu menit sepanjang musim. Angka ini menjadi gambaran nyata besarnya persoalan yang dihadapi. Meskipun kasus Como tergolong ekstrem, kondisi umum di liga tidak jauh lebih baik, dengan banyak klub yang semakin mengandalkan pemain asing di berbagai lini.

Umberto Calcagno menegaskan bahwa inisiatif ini bukan bertujuan untuk menolak pemain asing, melainkan merupakan upaya untuk memperbaiki ekosistem sepak bola nasional. "Federasi tidak memiliki alat hukum untuk mewajibkan pemain Italia bermain," ujar Calcagno, seperti dikutip dari MilanNews. "Kami berharap melalui jalur politik, aturan terkait hal ini bisa dikaji. Namun, perlu ditegaskan, ini bukan perang terhadap pemain asing."

Ia menjelaskan bahwa permasalahan utamanya bukan pada keberadaan pemain asing, tetapi pada minimnya kesempatan bagi pemain Italia di level klub, yang secara langsung berdampak pada kualitas regenerasi tim nasional. Sejumlah tokoh sepak bola Italia lainnya juga menyuarakan kekhawatiran serupa, terutama setelah kekalahan timnas dari Bosnia. Mereka menganggap banyak talenta muda Italia kesulitan menembus tim utama di Serie A, bahkan terpaksa turun kasta demi mendapatkan waktu bermain.

Program Pembenahan Menyeluruh untuk Masa Depan Italia

Calcagno menekankan pentingnya langkah pembenahan secara menyeluruh. "Kekecewaan ini harus diubah menjadi hal positif," katanya. "Yang terpenting sekarang adalah program, mencapai kesepakatan atas program tersebut, lalu baru kita menentukan siapa yang akan memimpin."

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa fokus utama AssoCalciatori bukanlah semata mencari figur baru di pucuk pimpinan, seperti pengganti Gabriele Gravina atau Gennaro Gattuso, melainkan melakukan reformasi menyeluruh terhadap struktur sepak bola Italia, khususnya di Serie A. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih mendukung pengembangan bakat lokal dan mengembalikan kejayaan sepak bola Italia di kancah internasional.

Recommended