Momen paling menegangkan dalam perjalanan misi Artemis II telah tiba. Saat pesawat ruang angkasa Orion melakukan manuver flyby mengelilingi Bulan, para kru astronaut NASA mengalami kehilangan kontak komunikasi dengan Bumi selama sekitar 40 menit, demikian dilansir dari Detik iNET.
Peristiwa ini terjadi karena posisi pesawat Orion yang bergerak di balik Bulan dari sudut pandang Bumi. Massa Bulan sepenuhnya menghalangi sinyal radio antara pesawat dengan pusat kendali misi di Houston, Texas.
Selama periode tanpa komunikasi tersebut, keempat astronot benar-benar terisolasi. Tidak ada komunikasi suara, data, maupun video secara real-time dengan Mission Control. Momen ini menjadi salah satu fase paling mendebarkan dalam misi tersebut, meskipun telah direncanakan sebagai bagian alami dari perjalanan luar angkasa dalam.
Kru Artemis II terdiri dari komandan Reid Wiseman, pilot Victor Glover, spesialis misi Christina Koch dari NASA, serta Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency (CSA). Mereka kini mencatat sejarah sebagai manusia yang mencapai jarak terjauh dari Bumi dalam misi berawak.
Di tengah situasi tanpa komunikasi, para astronot tetap fokus pada tugas mereka. Mereka melaksanakan pengamatan ilmiah, mengambil gambar beresolusi tinggi, serta memastikan seluruh sistem pesawat Orion berfungsi stabil dan aman.
Selain itu, kru juga mendapatkan kesempatan langka untuk mengamati sisi jauh Bulan (lunar far side). Wilayah ini tidak pernah terlihat dari Bumi dan masih menyimpan banyak misteri, menjadikan pemandangan ini salah satu sorotan utama misi Artemis II.
Segera setelah Orion muncul dari balik Bulan, komunikasi dengan Bumi diperkirakan akan langsung pulih. Tim di Mission Control menantikan kabar terbaru dari kru untuk memastikan seluruh tahapan misi berjalan dengan aman.
Misi Artemis II sendiri diluncurkan pada 1 April 2026. Ini adalah penerbangan berawak pertama menuju Bulan dalam lebih dari 50 tahun sejak era Apollo. Berbeda dengan misi Apollo yang melakukan pendaratan, Artemis II hanya melakukan terbang lintas tanpa mendarat di permukaan Bulan.
Misi ini memiliki peran krusial sebagai tahap uji coba penting sebelum Artemis III, yang direncanakan akan membawa manusia kembali menginjakkan kaki di permukaan Bulan. NASA menjelaskan bahwa momen blackout ini adalah bagian integral dari pengujian sistem dan kesiapan kru menghadapi kondisi ekstrem di luar angkasa. Jika semua tahapan berjalan lancar, Artemis II akan membuka jalan bagi era baru eksplorasi Bulan yang melibatkan kolaborasi internasional.
Dunia kini menantikan konfirmasi resmi dari NASA mengenai keberhasilan para astronot dalam melewati 40 menit paling mendebarkan tersebut dengan selamat dan sukses.