AXA Insurance bersama AXA XL resmi meluncurkan Fine Art & Collections Insurance guna memberikan perlindungan komprehensif bagi aset seni dan barang koleksi bernilai tinggi di Indonesia pada Minggu (3/5/2026).
Layanan asuransi spesialis ini hadir untuk merespons dinamika pasar seni rupa nasional yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kolektor muda serta aktivitas pameran seni yang semakin masif. Produk ini mencakup perlindungan terhadap risiko kerusakan atau kehilangan pada berbagai benda berharga yang memiliki nilai sentimental maupun ekonomi.
Dilansir dari Detik Finance, cakupan perlindungan asuransi ini tidak terbatas pada lukisan saja, melainkan juga menyasar patung, keramik, buku antik, perhiasan, hingga jam tangan dan tas mewah. Selain kolektor individu, proteksi ini ditujukan bagi galeri seni, studio seniman, serta museum yang membutuhkan manajemen risiko presisi.
Presiden Direktur AXA Insurance Indonesia, Laurent Bourson, menjelaskan bahwa segmen aset bernilai tinggi memerlukan pendekatan perlindungan yang sangat spesifik dan personal. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan karakteristik unik dan sensitivitas dari setiap karya yang diasuransikan.
"Produk ini memberikan perlindungan untuk berbagai jenis fine art dan collectibles, termasuk lukisan, patung, seni visual, keramik, hingga benda bernilai tinggi seperti buku antik, perhiasan, jam tangan dan tas mewah, serta busana haute couture," kata Laurent Bourson, Presiden Direktur AXA Insurance Indonesia.
Chief Executive Officer Asia AXA XL, Sylvie Gleises, menambahkan bahwa kolaborasi ini membawa standar internasional ke pasar Indonesia dengan dukungan pengalaman global selama lebih dari enam puluh tahun. Kemitraan ini bertujuan menjaga nilai warisan budaya melalui jaringan tenaga ahli seni rupa yang luas.
Fine Art & Collections Insurance kini telah resmi terdaftar serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Produk ini dikategorikan ke dalam lini Asuransi Barang Seni & Perhiasan untuk mendukung penguatan ekosistem seni rupa di wilayah regional.