Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah tengah merampungkan pembahasan mengenai penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada Jumat (17/4/2026). Langkah ini diambil guna menyikapi fluktuasi harga minyak mentah dunia yang telah mengalami kenaikan signifikan sejak awal April.
Dilansir dari Detik Finance, penetapan harga komoditas energi nonsubsidi tersebut tetap mengacu pada mekanisme pasar global. Ketentuan ini sejalan dengan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
Meskipun harga minyak dunia dilaporkan melonjak sejak 1 April, pemerintah hingga saat ini masih menahan harga jual di SPBU. Jenis bahan bakar yang terdampak kebijakan ini mencakup Pertamax (RON 92), Pertamax Turbo (RON 98), Pertamax Green (RON 95), Dexlite, dan Pertamina Dex.
Kondisi serupa juga terlihat pada penyedia jasa pengisian bahan bakar milik badan usaha swasta yang belum menaikkan harga jual produk mereka. Secara historis, harga BBM nonsubsidi bersifat fluktuatif dan mengikuti tren harga pasar internasional secara berkala.
Bahlil mengungkapkan bahwa koordinasi intensif bersama PT Pertamina (Persero) dan berbagai badan usaha swasta terus dilakukan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta. Menurutnya, proses perhitungan dan diskusi terkait kebijakan harga tersebut kini sudah mendekati tahap akhir.
"Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM pada tahun 2022, BBM non-subsidi itu kan berdasarkan harga pasar. Nah tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian, tapi feeling saya atas dasar rapat-rapat kami dengan Pertamina maupun badan usaha swasta, sudah hampir selesai lah ya. Tunggu saja," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Terkait kepastian waktu kenaikan harga, Bahlil tidak memberikan rincian tanggal pelaksanaan secara spesifik kepada publik. Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib melakukan penyesuaian mengingat lonjakan harga pasar yang terjadi secara mendadak baru-baru ini.
Saat ini, tim teknis dari kementerian dan otoritas terkait masih melakukan kalkulasi mendalam untuk memastikan angka penyesuaian tetap proporsional. Keputusan final mengenai perubahan harga jual eceran BBM nonsubsidi tersebut akan diumumkan segera setelah proses penghitungan rampung.