Kemenkeu Bantah Isu APBN Hanya Tahan Tiga Bulan

Kementerian Keuangan memastikan informasi mengenai APBN hanya bertahan tiga bulan dan rupiah tembus Rp 20.000 adalah hoaks demi menjaga stabilitas publik.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan klarifikasi resmi pada Kamis (23/4/2026) untuk membantah informasi viral yang menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia hanya mampu bertahan selama tiga bulan ke depan.

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul beredarnya kabar bohong di media sosial yang mengklaim ketahanan fiskal nasional dalam kondisi kritis. Selain isu anggaran, pesan tersebut juga menyebarkan spekulasi bahwa nilai tukar rupiah akan merosot hingga angka Rp 20.000 per dolar AS.

Dilansir dari Detik Finance, unggahan resmi Instagram @ppid.kemenkeu menegaskan bahwa narasi yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut adalah murni hoaks. Pihak kementerian meminta masyarakat untuk lebih selektif dan waspada terhadap penyebaran berita palsu.

Kondisi keuangan negara diklaim masih dalam posisi yang aman dan kokoh. Menteri Keuangan Purbaya sebelumnya sempat memaparkan bahwa Indonesia memiliki ruang fiskal yang cukup lebar untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global saat ini.

Sebagai bukti kekuatan finansial tersebut, pemerintah Indonesia menyatakan telah menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) serta Bank Dunia. Nilai pinjaman yang ditawarkan tersebut mencapai kisaran US$ 25 miliar hingga US$ 30 miliar.

Purbaya menekankan bahwa instrumen perlindungan atau bantalan dalam APBN masih sangat kuat. Hal ini didukung oleh kepemilikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini tercatat menyentuh angka Rp 420 triliun.

"Saya bilang sama dia, sekarang saya belum butuh karena saya sendiri punya persediaan hampir US$ 25 miliar untuk negara kita sendiri, jadi aman," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, saat memberikan keterangan di kantornya, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/4).

Penolakan pinjaman internasional tersebut dilakukan karena pemerintah merasa cadangan dana internal masih mencukupi. Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan tindakan spekulatif yang dipicu oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya di ruang digital.

Recommended