Bahlil Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik Per 17 April 2026

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan harga LPG 3 kg tetap sesuai HET menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto guna menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga LPG 3 kilogram pada Jumat, 17 April 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga stabilitas harga energi bersubsidi bagi masyarakat.

Kebijakan tersebut menjaga harga jual gas melon tetap berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) antara Rp 19.000 hingga Rp 22.000 per tabung. Dilansir dari Detik Finance, kepastian ini merupakan bagian dari komitmen aturan pemerintah dalam melindungi kelompok masyarakat tidak mampu.

"Kalau yang subsidi tetap (LPG 3 kg). Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Terkait fluktuasi harga pada LPG nonsubsidi 12 kilogram, Bahlil menjelaskan bahwa komoditas tersebut tidak diatur oleh pemerintah. Harga varian nonsubsidi sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar dunia karena ditujukan bagi kelompok masyarakat yang secara ekonomi dianggap mampu.

Bahlil menekankan pentingnya kontribusi masyarakat berpenghasilan tinggi untuk tidak menggunakan barang bersubsidi agar bantuan negara tepat sasaran. Ia menilai kelompok dengan pendapatan besar harus membantu negara dengan menggunakan produk nonsubsidi.

Pemerintah juga melaporkan bahwa ketersediaan stok LPG nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan di atas standar minimum. Meskipun Indonesia masih melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan domestik, koordinasi dengan Pertamina terus diperkuat guna memastikan distribusi tidak terganggu.

Recommended