Bakrie & Brothers (BNBR) Berpotensi Bagikan Dividen di 2025

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melihat adanya potensi pembagian dividen untuk tahun buku 2025 seiring pertumbuhan laba bersih.

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mengindikasikan adanya peluang pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Hal ini didorong oleh peningkatan laba bersih yang dicatatkan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Menurut Presiden Utama & CEO BNBR, Anindya Bakrie, pasar tidak hanya menyoroti stabilitas keuangan perusahaan, tetapi juga pertumbuhan kinerjanya. Keputusan mengenai pembagian dividen akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.

"Dividen nanti tunggu tentunya RUPS 2026 untuk (tahun buku) 2025. Tapi yang paling menarik adalah justru animo daripada pasar menginginkan, ya tadi selain stability, butuh juga growth," ungkap Anin kepada wartawan di Bakrie Tower, Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Senada dengan Anindya, Direktur BNBR Roy Hendrajanto M Sakti menyatakan bahwa secara teknis, pembagian dividen memungkinkan. Meski demikian, pembahasan internal dengan para pemegang saham tetap diperlukan.

Roy menjelaskan, "Kalau pertanyaan sudah ada ruang, berarti sudah ada. Jadi secara teknis kita sudah bisa membagikan dividen, memang tapi secara internal nanti kita akan perlu diskusikan."

Sebagai informasi tambahan, BNBR mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 3,74 triliun sepanjang tahun 2025. Walaupun terjadi koreksi sebesar 3,28% year on year (yoy) pada pendapatan bersih, laba bersih BNBR tumbuh signifikan sebesar 49,6% menjadi Rp 502,74 miliar di tahun 2025.

Pendapatan bersih tersebut berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group sebesar Rp 2,18 triliun, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group sebesar Rp 1,08 triliun, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group sebesar Rp 464,21 miliar.

Berdasarkan catatan, terakhir kali BNBR membagikan dividen adalah pada tahun 2007 untuk tahun buku 2006. Saat itu, dividen yang ditetapkan sebesar 10% atau sekitar Rp 21,5 miliar dari laba bersih perseroan tahun 2006.

Recommended