Arema FC mengalami kerugian besar setelah dipermalukan oleh Bali United, tim yang performanya sedang kurang stabil di putaran kedua BRI Super League. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Jumat (6/3/2026) tersebut berakhir dengan skor 3-4 untuk kemenangan Bali United.
Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Bali United di putaran kedua. Sementara itu, bagi Arema, kekalahan ini menjadi yang keenam kalinya di kandang sendiri.
Pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Bali United sempat unggul dua gol di babak pertama, namun Arema mampu mengejar ketertinggalan hingga akhir laga. Dua pemain Bali United, Tappei Yachida dan Diego Campos menjadi sorotan dalam pertandingan ini.
Pada babak kedua, Arema memberikan perlawanan sengit dan saling berbalas gol. Dalberto Luan mencetak dua gol, ditambah satu gol bunuh diri dari Kadek Arel. Bali United membalas dengan dua gol dari Tappei Yachida dan gol bunuh diri Betinho.
Akibat kekalahan ini, posisi Arema di klasemen kembali merosot. Singo Edan kini berada di urutan 11 dengan 31 poin. Sebaliknya, Bali United naik dua peringkat ke posisi 9 dengan 33 poin.
Kekalahan ini menjadi yang keenam kalinya bagi Arema di kandang sendiri. Padahal, di akhir putaran pertama dan awal putaran kedua, Stadion Kanjuruhan sempat menjadi tempat yang menakutkan bagi tim lawan.
Marcos Santos, pelatih Arema, menilai bahwa performa timnya kurang menggigit di babak pertama. Hal ini menjadi penyebab utama kegagalan mereka meraih tiga poin, karena gawang yang dijaga Gianluca Pandeynuwu sudah kebobolan dua gol.
“Babak pertama kami bermain kurang bagus. Baru di babak kedua bisa menemukan permainan yang kami harapkan. Sayang, hari ini kami kalah. Kami ikut sedih karena Aremania datang namun pulang dengan kekalahan,” kata Marcos.
Evaluasi Babak Pertama
Performa yang kurang memuaskan di babak pertama seolah menjadi masalah kronis bagi Arema. Dalam tiga pertandingan terakhir, mereka selalu tampil kurang optimal di babak pertama, seperti mesin diesel yang lambat panas.
“Kami selalu kurang bagus di babak pertama. Terutama dalam tiga pertandingan beruntun. Ini jadi sebuah evaluasi. Kami harus lebih siap sejak babak pertama di laga selanjutnya. Caranya, mental pemain harus berubah,” ujar Marcos.
Saat melawan Bali United, Marcos mengaku telah berusaha keras untuk membangkitkan mental para pemainnya. Ia sering berteriak dari pinggir lapangan agar Julian Guevara dan rekan-rekannya kembali fokus mengejar ketertinggalan.
“Saya tidak emosi dalam pertandingan ini. Saya mau pemain lebih konsentrasi. Karena itu sering berteriak di pertandingan tadi,” lanjutnya.