Bank Indonesia Musnahkan 466 Ribu Lembar Rupiah Palsu

Bank Indonesia bersama Polri memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu pada Rabu, 13 Mei 2026, guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang.

Bank Indonesia (BI) bersama Polri dan Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang rupiah palsu pada Rabu, 13 Mei 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memitigasi peredaran uang ilegal serta melindungi kepercayaan masyarakat terhadap nilai tukar rupiah.

Sebagaimana dilansir dari Medcom, pemusnahan ribuan lembar uang palsu tersebut menjadi bagian dari strategi otoritas moneter dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran di Indonesia. Pemusnahan ini juga merespons potensi kerawanan transaksi tunai yang masih menjadi target tindakan kriminal pemalsuan uang.

Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menekankan bahwa kewaspadaan publik tetap menjadi garda terdepan dalam menekan peredaran rupiah palsu. Pihaknya mengimbau warga untuk lebih teliti saat melakukan transaksi menggunakan uang kertas di berbagai sektor ekonomi.

"Dalam hal ini tentunya masyarakat berperan semakin vital dalam mencegah peredaran uang rupiah palsu," ujar Ricky P. Gozali, Deputi Gubernur BI.

Guna memudahkan identifikasi, Bank Indonesia menginstruksikan penggunaan metode 3D yang meliputi tindakan dilihat, diraba, dan diterawang. Uang asli memiliki fitur keamanan canggih seperti benang pengaman yang akan berpendar di bawah sinar ultraviolet dan gambar pahlawan yang terlihat jelas saat diterawang.

Fitur keamanan lain yang menonjol pada uang rupiah asli adalah tekstur cetakan yang terasa kasar pada angka nominal dan gambar utama. Selain itu, terdapat fitur perubahan warna (color shifting) pada bagian tertentu jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

Sebaliknya, uang palsu seringkali memiliki ciri fisik yang kontras seperti warna yang kusam atau pucat serta tekstur kertas yang halus menyerupai kertas biasa. Tinta pada uang ilegal tersebut juga cenderung mudah luntur jika terkena cairan dan tidak memiliki kode khusus tunanetra yang biasanya ada pada uang asli.

Recommended