Otoritas perpajakan Italia memulai penyelidikan intensif terhadap seluruh pembalap aktif dan mantan pembalap Formula 1 terkait dugaan ketidakpatuhan pembayaran pajak pada Rabu (22/4/2026). Langkah hukum ini diambil menyusul adanya temuan inkonsistensi dalam pelaporan pendapatan atlet asing yang berkompetisi di wilayah kedaulatan Italia.
Sebagaimana dilansir dari Bola, investigasi ini menyasar pendapatan yang diperoleh para pembalap saat mengikuti rangkaian seri balapan di Italia selama beberapa musim terakhir. Laporan media lokal Il Resto del Carlino menyebutkan bahwa fokus utama petugas adalah penagihan pajak secara retrospektif dari penghasilan di dalam negeri.
Para pembalap dilaporkan telah menerima surat resmi melalui perwakilan mereka yang mewajibkan penyerahan laporan pajak untuk tahun 2025. Otoritas terkait berencana melakukan penelusuran lebih dalam terhadap kontrak kerja serta kesepakatan sponsor guna menghitung total pendapatan secara presisi.
Berdasarkan regulasi yang berlaku di Italia, setiap atlet mancanegara yang bertanding di negara tersebut memiliki kewajiban hukum untuk menyetorkan pajak atas penghasilan yang didapat di lokasi. Namun, pengacara Italia Alessandro Mei menilai implementasi aturan tersebut selama ini tidak berjalan secara seragam sehingga memicu inisiasi penyelidikan ini.
Konsekuensi hukum yang dihadapi para atlet cukup berat mengingat sistem hukum Italia mengategorikan tunggakan pajak di atas 50.000 euro sebagai tindak pidana. Jika terbukti melanggar, para pembalap tidak hanya diwajibkan melunasi tunggakan pokok, tetapi juga terancam denda dalam jumlah besar.
Penyelidikan ini mencakup aktivitas di tiga sirkuit utama, yakni Monza, Imola, dan Mugello, yang telah menjadi tuan rumah balapan Formula 1 sejak tahun 2020. Pengadilan Audit Italia telah memberikan mandat khusus kepada otoritas di tiga wilayah tersebut untuk memproses data keuangan yang diperlukan.
Situasi ini muncul saat kalender kompetisi sedang mengalami jeda panjang akibat pembatalan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi karena konflik di Timur Tengah. Di tengah kekosongan jadwal balap, FIA sebelumnya juga telah mengumumkan perubahan regulasi mesin dan teknis untuk musim 2026 mendatang.