PT Bank Jago Tbk secara resmi mengesahkan laporan tahunan periode 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (7/5/2026). Perusahaan mencatatkan pertumbuhan signifikan pada berbagai lini bisnis sepanjang tahun buku tersebut.
Berdasarkan data yang dilansir dari Detik Finance, emiten bank digital ini meraup laba bersih setelah pajak sebesar Rp276 miliar per Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 115 persen jika dibandingkan perolehan laba tahun 2024 yang berjumlah Rp129 miliar.
Pertumbuhan laba didorong oleh peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp25,9 triliun atau naik 38 persen dari posisi tahun sebelumnya sebesar Rp18,8 triliun. Sejalan dengan itu, penyaluran kredit juga tumbuh 38 persen menjadi Rp24,3 triliun dari semula Rp17,7 triliun.
Total aset Bank Jago hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp36,5 triliun, meningkat 28 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp28,5 triliun. Dari sisi basis pengguna, jumlah nasabah melonjak hingga mencapai 18,2 juta orang, dengan 14,2 juta di antaranya merupakan pengguna Aplikasi Jago.
"Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia," ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris dalam keterangan resminya.
Selain menyetujui laporan keuangan, RUPST juga menetapkan susunan pengurus untuk masa jabatan 2026-2029. Pemegang saham menyepakati pengangkatan Nicholas Tan sebagai Direktur Perseroan guna memperkuat lini bisnis ritel digital.
Nicholas Tan merupakan lulusan Brown University dan University of Cambridge yang sebelumnya menjabat sebagai Head of Retail Banking Business Bank Jago sejak Januari 2025. Jabatan barunya akan efektif setelah mengantongi persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).