PT Bank SMBC Indonesia Tbk menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 101,11 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 24 Juni 2026. Alokasi ini setara dengan Rp 9,49 per lembar saham yang diberikan kepada para pemegang saham perseroan.
Dilansir dari Detik Finance, total dividen yang dibayarkan tersebut mencapai 20 persen dari perolehan laba bersih tahun 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 505,56 miliar. Langkah ini diambil sebagai upaya manajemen dalam menyeimbangkan imbal hasil investor dengan penguatan struktur modal perusahaan.
Sisa laba bersih sebesar 80 persen akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk mendukung rencana ekspansi dan pertumbuhan berkelanjutan di masa depan. Perseroan tidak menyisihkan dana cadangan wajib karena telah memenuhi ketentuan minimum 20 persen dari modal disetor sesuai regulasi yang berlaku.
"Pembagian dividen ini menjadi bagian dari komitmen SMBC Indonesia dalam memberikan nilai tambah secara berkelanjutan kepada pemegang saham, sekaligus mencerminkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil dan tingkat permodalan yang sehat untuk mendukung pertumbuhan ke depan," ujar Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar.
Hingga akhir periode 2025, total aset SMBC Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2 persen secara tahunan hingga mencapai Rp 245,9 triliun. Dalam laporan keuangan entitas induk (bank only), perusahaan membukukan perolehan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 1,5 triliun sepanjang tahun tersebut.
Selain kebijakan keuangan, RUPST juga menetapkan perubahan susunan pengurus dengan mengangkat Emilya Tjahjadi sebagai Direktur dan Linus Ekabranko Windoe sebagai Komisaris Independen. Perubahan ini bertujuan memperkuat operasional pada segmen wholesale dan commercial banking sebagai pilar utama bisnis korporasi.
Model bisnis bank universal SMBC Indonesia saat ini didukung oleh berbagai lini layanan mulai dari platform digital Jenius, pengelolaan kekayaan Sinaya, hingga pembiayaan UMKM. Sinergi dengan anak usaha seperti Bank BTPN Syariah dan PT Oto Multiartha turut memperluas jangkauan layanan pembiayaan di berbagai segmen masyarakat.