Bappenas dan Airbus Perkuat Ekosistem Dirgantara Nasional

Bappenas dan Airbus resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan rantai pasok industri pesawat terbang dan SDM dirgantara Indonesia.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas resmi menyepakati kerja sama strategis dengan Airbus untuk memperkuat ekosistem dirgantara nasional pada Rabu (6/5/2026). Penandatanganan Joint Declaration of Intent (JDI) ini dilakukan oleh Menteri PPN Rachmat Pambudy dan Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley di Jakarta.

Kemitraan ini bertujuan memperluas keterlibatan industri dalam negeri ke dalam rantai pasok global, melampaui sekadar transaksi pengadaan pesawat. Dilansir dari Detik Finance, fokus utama kerja sama mencakup pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta sistem perawatan dan pemeliharaan (MRO).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pengembangan industri kedirgantaraan harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Langkah ini mencakup peningkatan standarisasi, kualitas layanan, efisiensi operasional, hingga pemanfaatan teknologi terkini.

"Pengembangan industri kedirgantaraan Indonesia harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya sebatas transaksi dan pemakaian pesawat, namun harus lebih luas lagi, yaitu mencakup rantai pasok industri pesawat terbang," ujar Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Rachmat menambahkan bahwa satu unit pesawat tipe A320 membutuhkan sekitar 4 juta komponen yang berasal dari 30 negara berbeda. Melalui penguatan kapasitas ini, Indonesia diharapkan tidak hanya berperan sebagai pasar konsumen, melainkan menjadi bagian integral dari nilai global.

Pemerintah menargetkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dapat naik kelas menjadi pemasok tingkat satu (tier 1 supplier) bagi Airbus. Hal ini memungkinkan PTDI memproduksi komponen vital seperti sayap utuh A320 atau membangun pabrik perakitan di kawasan Kertajati.

Sektor penerbangan menjadi penopang vital konektivitas nasional mengingat status Indonesia sebagai negara kepulauan. Berdasarkan data Bappenas, jumlah armada udara aktif nasional yang saat ini berjumlah 550 unit diproyeksikan melonjak hingga 1.900 unit pada tahun 2045.

Presiden Airbus Asia-Pacific Anand Stanley menyebutkan bahwa kolaborasi dengan Indonesia telah terjalin selama lebih dari 50 tahun sejak 1976. Saat ini, Indonesia sudah memproduksi dan mengekspor berbagai komponen untuk model pesawat A320, A330, A350, hingga helikopter H225.

Melalui nota kesepahaman ini, Airbus berkomitmen mendukung pengembangan tenaga ahli seperti pilot, insinyur, dan teknisi di Indonesia. Perusahaan asal Eropa tersebut ingin memastikan mitra lokal mampu mencapai standar global dalam mendukung rantai produksi produk pesawat maupun helikopter mereka.

Recommended