Barcelona Frustrasi Usai Dibantai Atletico Madrid di Copa del Rey

Barcelona mengalami kekalahan telak 0-4 dari Atletico Madrid di Copa del Rey yang memicu kontroversi terkait gestur Diego Simeone.

Barcelona menghadapi kekecewaan mendalam usai kekalahan 0-4 dari Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Copa del Rey. Selain kekalahan telak, kontroversi yang melibatkan pelatih Atletico, Diego Simeone, menambah masalah bagi tim Catalan.

Blaugrana mengalami kesulitan sejak awal pertandingan. Kebobolan empat gol di babak pertama mengingatkan pada kekalahan 2-8 dari Bayern Munchen di Liga Champions beberapa tahun lalu. Saat itu, Hansi Flick berada di pihak yang menang, kini ia merasakan dampak kekalahan tersebut sebagai pelatih Barcelona.

Masalah Barcelona tidak hanya sebatas performa dan hasil akhir. Mereka berencana mengajukan keluhan resmi terkait kepemimpinan wasit dan muncul polemik baru terkait gestur Simeone yang diduga mengejek pemain muda Barcelona, Lamine Yamal.

Gestur Tiga Jari yang Bikin Gerah

Insiden terjadi setelah Atletico unggul tiga gol. Simeone terlihat mengangkat tiga jari ke arah Lamine Yamal saat pemain itu melintas di dekat area teknis. Gestur ini diartikan sebagai simbol skor saat itu, 3-0.

Menurut media Spanyol, tindakan Simeone tidak diterima baik di internal Barcelona. Dalam suasana semifinal yang panas, gestur tersebut dianggap tidak pantas dan berpotensi meningkatkan tensi.

Hansi Flick menyebut kepemimpinan wasit dalam laga itu "kacau", yang menggambarkan betapa panasnya pertandingan dari berbagai aspek.

Bukan Kali Pertama Simeone Terseret Kontroversi

Simeone sebelumnya juga terlibat kontroversi dengan Vinicius Junior dari Real Madrid dalam semifinal Piala Super Spanyol. Simeone tertangkap kamera meneriakkan "Florentino akan menendangmu keluar" saat Vinicius lewat di depannya, lalu melakukan gestur menangkupkan tangan ke telinga saat Vinicius ditarik keluar lapangan.

Simeone sempat mengelak dengan alasan "ingatan yang rumit", tetapi kemudian meminta maaf kepada Vinicius dan Florentino Perez, presiden Real Madrid, atas tindakannya yang dianggap tidak pantas.

Kini, nama Simeone kembali menjadi sorotan. Dalam pertandingan penting seperti semifinal Copa del Rey, setiap detail, termasuk bahasa tubuh di tepi lapangan, diperhatikan.

Bagi Barcelona, kekalahan 0-4 sudah menyakitkan. Munculnya drama tambahan di luar lapangan memperdalam luka tersebut. Leg kedua akan menjadi ajang untuk membalikkan agregat dan menjaga harga diri di tengah rivalitas yang memanas.

Recommended