Mantan Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, mengungkapkan bahwa pihak klub sebenarnya telah mencapai kesepakatan awal untuk mendatangkan Vinicius Junior sebelum sang pemain akhirnya memilih bergabung dengan Real Madrid pada 2018. Pernyataan tersebut disampaikan Bartomeu dalam wawancara pada Senin (11/5/2026).
Sebagaimana dilansir dari Bola, Bartomeu menjelaskan bahwa proses negosiasi dengan penyerang asal Brasil tersebut sudah berjalan cukup jauh. Tim pemantau Barcelona telah mengidentifikasi bakat Vinicius sejak ia masih berusia 16 tahun saat membela Flamengo.
"Vinicius memang masuk dalam radar klub. Kami sudah berbicara dengan keluarganya, agennya, dan bahkan sudah ada kesepakatan awal," kata Josep Maria Bartomeu, Presiden Barcelona periode 2014–2020. Penjelasan ini memberikan gambaran betapa dekatnya pemain tersebut dengan publik Camp Nou.
Meskipun Barcelona menawarkan nilai finansial yang lebih besar, pengaruh dari pemain senior asal Brasil lainnya menjadi faktor penentu. Vinicius Junior akhirnya memutuskan pindah ke Santiago Bernabeu dengan nilai transfer mencapai €46 juta setelah berkomunikasi dengan Marcelo dan Casemiro.
Bartomeu menilai bahwa tawaran dari Real Madrid pada saat itu kemungkinan jauh lebih menarik bagi masa depan sang pemain. Sejak kepindahannya tersebut, Vinicius telah bertransformasi menjadi ikon Los Blancos dengan koleksi dua gelar Liga Champions dan tiga trofi La Liga.
Selain kegagalan merekrut Vinicius, Bartomeu juga membeberkan situasi serupa yang terjadi pada Kylian Mbappe. Barcelona sempat menjajaki kemungkinan transfer Mbappe saat sang pemain masih membela AS Monaco, namun sang pemain lebih memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG).
"Monaco meminta angka yang sangat tinggi, yang sebenarnya sanggup dibayar Barca saat itu. Namun, PSG memberikan tekanan besar pada Monaco, dan saya rasa Mbappe sendiri lebih memilih bergabung dengan PSG," ujar Bartomeu menambahkan. PSG akhirnya menebus Mbappe seharga €180 juta pada Februari 2018.
Kegagalan mendapatkan dua bintang besar dunia tersebut diakui memberikan dampak pada sejarah klub Catalan. Meski demikian, Barcelona saat ini fokus mengandalkan kekuatan lini serang baru yang dipimpin oleh Raphinha serta pemain muda Lamine Yamal.