Bayern Munich datang dengan ambisi besar untuk memutus tren negatif saat menghadapi Real Madrid di perempat final Liga Champions UEFA 2025/2026. Duel leg pertama yang digelar di Santiago Bernabeu ini menjadi momentum krusial bagi Die Roten untuk mengakhiri rekor buruk, sebagaimana dilansir dari Bola.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim memiliki kualitas skuad yang merata di semua lini. Reputasi Madrid sebagai penguasa Eropa dengan 15 gelar Liga Champions akan diuji oleh Bayern, yang juga mengoleksi enam trofi bergengsi.
Meskipun bermain di kandang sendiri dan memiliki rekor pertemuan yang berpihak pada Los Blancos dalam beberapa tahun terakhir, Bayern Munich tampil lebih stabil dan tajam sepanjang musim. Pasukan Vincent Kompany menunjukkan konsistensi luar biasa, dengan selalu mencetak gol dalam 43 pertandingan kompetitif musim ini.
Produktivitas gol menjadi senjata utama Bayern. Di Liga Champions, mereka mampu mencetak minimal tiga gol dalam enam dari 10 pertandingan yang sudah dijalani. Harry Kane, striker andalan asal Inggris, telah menyumbang 10 gol di Liga Champions musim ini, menegaskan statusnya sebagai mesin gol utama dan sosok kunci dalam misi menyingkirkan Madrid.
Ketajaman Bayern tidak hanya bergantung pada Kane. Banyak pemain lain yang turut berkontribusi signifikan di lini serang. Michael Olise memimpin daftar assist dengan tujuh umpan gol, sementara Luis Diaz, Serge Gnabry, hingga Jamal Musiala memberikan variasi ancaman dari berbagai sisi. Pelatih Kompany bahkan memuji pergerakan Kane sebagai "kelas dunia" usai gol spektakuler melawan Atalanta.
Selain ketajaman lini depan, Bayern juga menunjukkan konsistensi luar biasa. Sepanjang musim ini, mereka hanya menelan dua kekalahan di semua kompetisi. Kombinasi produktivitas dan stabilitas ini membuat Bayern terlihat lebih matang dibandingkan musim-musim sebelumnya.
Statistik Unggul Bayern dan Optimisme Tim
Bayern telah mencetak 28 gol di Liga Champions, hanya kalah dari Paris Saint-Germain dan Atletico Madrid yang bermain lebih banyak. Pertahanan mereka juga solid, hanya kebobolan sembilan gol di Liga Champions, menjadikannya yang terbaik kedua setelah Arsenal. Sementara itu, Real Madrid sudah menelan tiga kekalahan di Liga Champions dan lima di La Liga musim ini.
Gelandang Bayern, Leon Goretzka, mengakui kehebatan Madrid sebagai raja Liga Champions. Meski begitu, Goretzka menegaskan timnya tidak akan gentar menghadapi tekanan di laga besar ini. Ia menilai duel ini sebagai pertarungan dua klub elite dengan mental juara, seperti dikutip dari Suara Merdeka.
Rekor buruk yang dimiliki Bayern justru dijadikan bahan bakar motivasi untuk tampil lebih baik. Mereka berambisi memutus tren negatif sekaligus membuktikan diri mampu bersaing di level tertinggi. Goretzka menambahkan, "Kami belum banyak meraih kesuksesan melawan Real Madrid baru-baru ini, dan kami sangat ingin membalikkan statistik tersebut."
Kondisi Harry Kane Jelang Laga Krusial
Menjelang leg pertama ini, kondisi fisik bintang Bayern Munich, Harry Kane, sempat menjadi topik utama perbincangan. Kane mengalami masalah pada pergelangan kakinya dalam beberapa hari terakhir, yang menimbulkan kekhawatiran di dalam tim Bavaria. Dampak absennya Harry Kane terlihat dalam kemenangan sulit Bayern Munich 3-2 atas Freiburg di Bundesliga.
Meski ada ketidakpastian, optimisme semakin meningkat di dalam tim Jerman mengenai kemampuan Kane untuk pulih tepat waktu dan tampil melawan Real Madrid. Joshua Kimmich, kapten Bayern, dengan tegas mengungkapkan pentingnya Kane. "Saya yakin Kane akan bermain bahkan jika harus menggunakan kursi roda," kata Kimmich seperti diberitakan Goal.com.
Kompany juga menunjukkan optimisme yang hati-hati, sambil mengakui bahwa situasinya tidak ideal terkait kembalian Kane. "Jika Kane siap, dia akan menjadi masalah besar bagi Real Madrid," ujar Kompany, menyoroti peran vital sang striker dalam upaya Bayern menghadapi raksasa Spanyol.