UMN Sediakan 145 Beasiswa Penuh Lewat Program OSC 2026

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) membuka pendaftaran Beasiswa OSC 2026 hingga 3 Juni 2026 dengan total 145 kuota beasiswa S1 penuh bagi lulusan SMA.

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali membuka peluang beasiswa melalui program Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id pada Selasa, 12 Mei 2026. Sebanyak 145 kuota beasiswa S1 penuh disediakan bagi siswa kelas 12 dan lulusan jeda tahun (gap year) di seluruh Indonesia.

Pendaftaran program ini dijadwalkan berlangsung hingga 3 Juni 2026 mendatang. Dilansir dari Medcom, penerima beasiswa nantinya akan dibebaskan dari biaya uang pangkal dan uang semester hingga masa studi dinyatakan lulus di 10 kampus mitra terpilih.

Rektor UMN, Andrey Andoko, menegaskan bahwa partisipasi rutin kampus dalam sepuluh tahun terakhir merupakan bentuk kontribusi nyata bagi generasi muda. UMN kini menargetkan posisi sebagai universitas kelas dunia setelah menembus peringkat 100 besar di Asia Tenggara versi QS World University Rankings Asia 2026.

"Dari 2015 sampai sekarang, ini menjadi komitmen UMN untuk memberikan kontribusi bagi generasi muda Indonesia," ujar Andrey Andoko, Rektor UMN dalam tayangan YouTube Metro TV.

Pada pelaksanaan tahun ini, UMN memperkenalkan inovasi berupa program studi Ilmu Komunikasi berbasis daring penuh atau UMN Online Learning. Skema ini dirancang agar calon mahasiswa dari luar daerah dapat mengakses pendidikan tanpa harus menetap di wilayah Tangerang.

Sistem pembelajaran daring tersebut menggunakan modul asinkron yang fleksibel dengan tambahan dua sesi pertemuan langsung via Zoom pada malam hari. Metode ini ditujukan khusus bagi mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi sembari menjalani dunia kerja atau usaha mandiri.

Andrey menambahkan bahwa efisiensi biaya menjadi keunggulan utama program daring ini karena mahasiswa tidak memerlukan biaya tempat tinggal di sekitar kampus. Meskipun seleksi dilakukan secara ketat, UMN mencatat lebih dari 85 persen mahasiswanya telah mendapatkan pekerjaan sebelum prosesi wisuda berlangsung.

Terkait tantangan teknologi, pihak universitas kini memperbolehkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam aktivitas perkuliahan. Namun, mahasiswa tetap ditekankan untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah agar kompetensi manusia tetap melampaui kemampuan mesin di masa depan.

Recommended