Pecco Bagnaia Temukan Kecocokan dengan Ducati GP26 Setelah Kesulitan pada GP25

Juara dunia dua kali MotoGP, Pecco Bagnaia, merasakan perbedaan signifikan pada motor Ducati GP26 yang lebih sesuai gaya balapnya dibandingkan GP25.

Pembalap MotoGP, Pecco Bagnaia, mengungkapkan bahwa motor Ducati Desmosedici GP26 memiliki karakteristik yang berbeda secara fundamental dari model sebelumnya. Namun, ia meyakini bahwa GP26 lebih cocok dengan gaya balapnya dibandingkan dengan motor GP25.

Pecco Bagnaia, yang merupakan juara dunia MotoGP dua kali, sebelumnya menghadapi banyak tantangan dengan motor GP25. Menurutnya, motor tersebut terlalu jauh dari karakteristik Ducati sebelumnya yang dinilai lebih kompetitif untuknya, seperti dilansir dari Bola.

Sejak dimulainya sesi pramusim 2026, Pecco Bagnaia menunjukkan performa yang jauh lebih kuat dibandingkan tahun lalu. Ia secara umum merasa senang dengan kinerja GP26.

Pembalap tersebut menyelesaikan tes MotoGP Buriram di posisi keempat secara keseluruhan. Bagnaia merasa telah membuat kemajuan berarti dibandingkan periode yang sama setahun lalu, meski mengakui masih perlu meningkatkan konsistensi pengereman.

"Bagi saya, GP26 berbeda, tetapi lebih cocok untuk gaya berkendara saya," tegas Pecco Bagnaia mengenai adaptasinya.

Dalam kesempatan terpisah, Alex Marquez yang menggunakan Desmosedici GP26 spek pabrikan terbaru untuk musim 2026, justru mengungkapkan kesulitan adaptasi. Setelah tiga seri pertama, ia hanya menempati peringkat 8 dengan 28 poin di klasemen.

Alex Marquez menilai bahwa hanya Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 yang mampu beradaptasi dengan baik pada GP26 di antara para pembalap Ducati yang menggunakan motor tersebut. Di Giannantonio kini menempati peringkat keempat di klasemen.

Bagnaia mengakui masih ada area yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal pengereman. "Selama tes pramusim di Thailand, kami bekerja keras pada ban bekas, bekerja keras untuk memahami motor. Saya pikir kami telah melangkah maju. Saya masih kekurangan sesuatu," ungkapnya.

"Saya mencari sedikit lebih banyak konsistensi dalam pengereman, karena terkadang saya bisa mengerem dengan baik dan terkadang motor sedikit bergetar, tetapi itu karena kami memasuki tikungan lebih cepat," tambah anak didik Valentino Rossi ini.

Meskipun tidak dapat menyelesaikan simulasi Sprint Race penuh pada hari Minggu karena masalah motor, Pecco Bagnaia telah menyelesaikan simulasi serupa pada hari Sabtu. Bagnaia menyampaikan kepuasannya atas kemajuan yang dicapai selama pramusim.

"Senang dengan perasaan saya selama tes. Pramusim berakhir jauh lebih baik daripada tahun lalu, jadi perasaan saya sangat bagus. Sekarang saatnya untuk mulai berjuang di musim ini," kata Bagnaia. Ia menegaskan bahwa kerja keras selama tes di Malaysia dan Thailand sangat penting untuk mempersiapkan musim balap.

Recommended