Minat Belanja Masyarakat RI Meningkat Saat Ramadan-Lebaran 2026

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan peningkatan kunjungan pusat belanja 12% dan total transaksi Rp 180,9 triliun selama Ramadan-Lebaran 2026.

Masyarakat Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi dalam berbelanja selama periode Ramadan hingga Idul Fitri 2026. Kecenderungan ini terlihat dari peningkatan aktivitas di toko ritel, pusat perbelanjaan, dan platform belanja daring.

Menteri Perdagangan Budi Santoso memaparkan bahwa daya beli masyarakat menunjukkan tren positif menjelang Lebaran. Kunjungan ke pusat perbelanjaan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar 12% secara tahunan. Konsumsi didominasi oleh produk makanan, minuman, dan hiburan, dengan peningkatan kunjungan kuartal I tumbuh 10%, dilansir dari Detik Finance.

Pemerintah, bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), telah meluncurkan serangkaian program diskon.

Dua program utama, yakni Friday Mubarak 2026 dan Bina Lebaran 2026, berhasil mencatat total transaksi sebesar Rp 180,9 triliun. Program Friday Mubarak, yang berlangsung dari 11 Februari hingga 31 Maret 2026, mencatatkan transaksi Rp 126,021 triliun per 29 Maret, dengan estimasi akhir Maret mencapai Rp 129,1 triliun, melampaui target Rp 119 triliun.

Sementara itu, program Bina Lebaran 2026, yang diadakan dari 6 hingga 30 Maret 2026, membukukan transaksi sebesar Rp 54,9 triliun. Angka ini 2,8% lebih tinggi dari target awal Rp 53,38 triliun. Menurut Budi Santoso, program diskon serupa akan kembali digelar hingga akhir tahun, meliputi musim libur sekolah, perayaan Hari Kemerdekaan, dan libur akhir tahun.

Perkembangan Belanja Online

Selain berbelanja langsung, aktivitas di platform belanja online juga sangat tinggi. Lembaga riset e-commerce ECDB memperkirakan total penjualan di e-commerce Indonesia pada Februari 2026 mencapai US$ 5,76 miliar, atau setara Rp 96,7 triliun.

Produk-produk yang paling diminati selama periode Lebaran meliputi fesyen muslim, makanan dan minuman, hampers Lebaran, produk kecantikan, serta peralatan rumah tangga. Hal ini menunjukkan preferensi konsumen yang beragam dalam memenuhi kebutuhan Idul Fitri melalui berbagai kanal belanja.

Recommended