PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menghadirkan layanan Bengkel Keliling Compressed Natural Gas (CNG) selama periode mudik Lebaran 2026. Program ini beroperasi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Cirebon, Jawa Barat, dengan dukungan penuh dari PGN Gagas dan Komunitas Mobil Gas (Komogas), seperti dilansir dari Detik Finance.
Inisiatif ini bertujuan memastikan kendaraan berbahan bakar gas (BBG) tetap prima selama perjalanan mudik. Tercatat sebanyak 55 kendaraan telah memanfaatkan layanan ini, terdiri dari 40 bajaj dan 15 mobil. Selama periode tersebut, layanan disiagakan selama 24 jam penuh di lokasi SPBG.
Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN, menjelaskan bahwa pemanfaatan CNG di jalur mudik selaras dengan kebutuhan akan energi yang lebih efisien dan bersih. Ia menegaskan, dalam kondisi global yang penuh ketidakpastian saat ini, energi bersih telah menjadi sebuah kebutuhan mendesak.
"Penguatan pemanfaatan CNG di jalur mudik ini sejalan dengan kebutuhan energi yang semakin mengarah pada solusi yang lebih bersih dan efisien. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, energi bersih bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Oleh karena itu, optimalisasi gas bumi, termasuk CNG, menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menekan biaya bagi masyarakat," ujar Fajriyah Usman.
Pihaknya berharap layanan ini dapat mendorong peningkatan penggunaan BBG, khususnya pada masa mobilitas tinggi seperti Lebaran. Dengan infrastruktur dan layanan yang semakin andal, adopsi CNG diharapkan terus bertumbuh.
Santiaji Gunawan, Direktur Utama PGN Gagas, menambahkan bahwa fokus layanan adalah pemeriksaan dan perawatan kendaraan BBG di SPBG. Hal ini memungkinkan pengguna melakukan pengecekan langsung dan praktis.
"Implementasi program ini menunjukkan dampak nyata di lapangan. Kami ingin memastikan seluruh pengguna kendaraan BBG dapat melakukan perjalanan mudik dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kondisi kendaraan. Layanan bengkel siaga di SPBG hadir agar proses pengecekan dan perawatan dapat dilakukan secara cepat dan praktis," ungkap Santiaji Gunawan.
Mayoritas kendaraan yang dilayani menggunakan fasilitas ini untuk pemeriksaan sistem BBG serta perbaikan instalasi yang diperlukan. Setiap kendaraan menerima pemeriksaan menyeluruh, terutama pada aspek keselamatan instalasi dan kinerja sistem BBG, demi kenyamanan dan ketenangan pengguna.
Andy Lala, Ketua Umum Komogas, menyatakan bahwa keberadaan bengkel siaga sangat membantu anggota komunitas. Terutama bagi mereka yang melakukan perjalanan jarak jauh, dukungan ini memberikan rasa tenang dan kepastian layanan. Selain itu, inisiatif ini juga mendorong masyarakat beralih ke energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.