Bhayangkara FC berhasil menundukkan PSIM Yogyakarta dengan skor 2-1 dalam laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Jumat (17/4/2026) sore WIB.
Kemenangan klub berjuluk The Guardian tersebut diraih setelah sempat tertinggal lebih dulu dari Laskar Mataram, sebagaimana dilansir dari Bola. Hasil ini membuat posisi PSIM tertahan di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan perolehan 38 poin.
Savio Sheva membawa PSIM unggul cepat pada menit ke-9, namun efektivitas penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka gagal menambah angka. Bhayangkara FC kemudian bangkit pada babak kedua melalui gol Nehar Sadiki di menit ke-49 dan Moussa Sidibe pada menit ke-56.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan kekecewaannya atas performa tim yang dinilai memiliki dua wajah berbeda antara babak pertama dan kedua. Menurutnya, anak asuhnya kehilangan fokus setelah kebobolan melalui situasi bola mati.
"Di babak kedua, Anda melihat wajah kedua kami, yaitu masalah set-piece. Kami kebobolan lagi satu gol dari situasi bola mati. Setelah itu kami seperti lumpuh, kami seperti kehilangan fokus," kata Jean-Paul van Gastel, Pelatih PSIM.
Van Gastel menambahkan bahwa setelah tertinggal 2-1, timnya mencoba bermain terbuka namun justru memberikan risiko besar terhadap pertahanan. Strategi menyerang total tersebut membuat lawan mendapatkan lebih banyak peluang tambahan di sisa waktu pertandingan.
Kapten PSIM Yogyakarta, Reva Adi Utama, membenarkan adanya penurunan konsentrasi tim selepas turun minum. Ia menyatakan bahwa meski rencana tim berjalan lancar pada paruh pertama, koordinasi antar pemain melemah pada paruh kedua laga.
Kekalahan ini menempatkan PSIM dalam situasi sulit karena posisi mereka di klasemen terancam digeser oleh Bali United dan Arema FC. Kedua tim pesaing tersebut berpotensi menyalip raihan poin PSIM jika mampu memenangi pertandingan pada pekan ini.