Empat pembalap Indonesia, Bintang Pranata Sukma, Resky Yusuf, Maulana Malik, dan Muh Badly Ayatullah menunjukkan motivasi tinggi dalam menghadapi putaran awal Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) di sirkuit Chang.
Ajang Idemitsu Moto4 Asia Cup (IM4AC) yang berlangsung di Chang International Circuit, Buriram, Thailand menjadi saksi keberhasilan Bintang Pranata Sukma meraih podium ketiga. Bendera Indonesia pun berkibar di ajang tersebut.
Bintang memulai balapan dari posisi kelima, Resky keempat, Badly ke-11, dan Maulana ke-14. Pada awal balapan, Bintang, Resky, dan Badly sempat bersaing di posisi podium. Namun, persaingan yang ketat membuat posisi terus berubah.
Para pembalap terus berupaya melakukan manajemen ban dan fokus pada strategi yang telah disiapkan.
Memasuki lap akhir, para pembalap semakin termotivasi. Bintang dan Resky terus memacu motor NSF250R mereka untuk menyelinap di antara rival.
Di tikungan akhir, Bintang berhasil melewati dua pembalap di depannya dan melakukan cornering yang mulus, mengamankan podium ketiga.
Selain Bintang, Resky finis di posisi ke-10, Badly ke-14, dan Maulana ke-15.
Meskipun meraih podium ketiga, Bintang menargetkan hasil yang lebih baik pada balapan kedua.
"Alhamdulillah, saya bisa mendapatkan podium di race pertama Moto4 Asia Cup. Balapan tadi berjalan cukup ketat. Beberapa kali hampir kehilangan posisi podium," ujar Bintang.
"Saya mencoba mengejar dua pembalap di depan, tetapi kecepatan saya belum cukup baik. Saya akan mencoba lagi untuk memperebutkan posisi pertama besok," tegas Bintang.
Resky yang finis ke-10 juga bertekad untuk meraih hasil terbaik di balapan kedua.
"Start cukup buruk di balapan pertama ini. Saya kehilangan lima posisi di lap pertama, tetapi tidak patah semangat. Saya mencoba terus mendorong ke depan dan bisa memperebutkan posisi juara di pertengahan balapan," ujar Resky.
"Pada lap kesembilan, saya mencoba kesalahan dan terjebak di grup kedua dan agak kesulitan kembali ke depan. Akhirnya harus puas finis di posisi ke-10. Apa pun hasilnya, besok akan berjuang kembali," lanjutnya.
Kehilangan Ritme Balapan
Sementara itu, Badly dan Maulana mengaku kehilangan ritme dalam balapan pertama.
"Awal balapan berjalan sesuai rencana. Start dari posisi ke-11, saya langsung memimpin balapan di awal. Namun, saya kehilangan feeling di atas motor setelah insiden yang membuat saya harus melebar di pertengahan balapan. Posisi 14 bukan posisi yang diharapkan, tetapi saya akan mencoba lagi besok di race kedua," ujar Badly.
"Sepanjang balapan, saya mengikuti ritme pembalap lain. Saya berada di top 10 pada awal lap dan berusaha untuk terus mengejar grup depan. Namun, sayang saya kehilangan ritme balap pada akhir-akhir balapan sehingga harus turun ke posisi 15. Banyak pelajaran yang diambil dari balapan pertama ini. Saya akan evaluasi untuk balapan kedua besok," ujar Maulana.