BNI Ingatkan Waspada Phishing Jelang Lebaran

BNI mengimbau masyarakat waspada terhadap phishing selama Ramadan. Transaksi meningkat jelang Lebaran, tingkatkan risiko penipuan.

Aktivitas transaksi keuangan meningkat selama Ramadan dan Lebaran, termasuk belanja hari raya dan pembayaran zakat. Peningkatan ini sayangnya juga dibarengi dengan potensi kejahatan siber.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penipuan digital, terutama phishing, selama Ramadan hingga Lebaran 2026.

Pencairan THR menjadi celah bagi pelaku kejahatan untuk menargetkan tabungan nasabah.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan lonjakan transaksi saat Ramadan berpotensi meningkatkan serangan siber.

Okki, dilansir Antara pada Rabu, 25 Februari 2026, mengatakan nasabah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital yang semakin canggih, terutama menjelang Lebaran saat transaksi keuangan meningkat.

Phishing adalah salah satu kejahatan siber yang sering terjadi. Pelaku menyamar sebagai institusi resmi untuk mencuri data pribadi seperti username, password, kode OTP, dan informasi kartu kredit.

Modus Phishing Semakin Canggih

Serangan phishing dapat terjadi melalui email, SMS, telepon, dan media sosial. Pelaku mengirim pesan meyakinkan agar korban mengklik tautan palsu atau membagikan data sensitif.

Phishing dapat menjadi pintu masuk ke kejahatan yang lebih serius, seperti pencurian identitas dan pengambilalihan akun.

Tren terbaru menunjukkan serangan semakin tertarget karena memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.

  • Alamat email pengirim tidak resmi atau mencurigakan
  • Sapaan umum seperti “Pelanggan yang Terhormat”
  • Bahasa bernada mendesak atau mengancam
  • Tautan yang menyerupai situs resmi tetapi memiliki alamat domain berbeda

BNI mengimbau nasabah memeriksa alamat pengirim dan memastikan pesan berasal dari sumber resmi. Masyarakat juga diminta tidak membuka lampiran dari pengirim yang tidak dikenal.

Selain itu, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA), gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun, dan tidak sembarangan mengklik tautan mencurigakan.

Okki menegaskan, "Tak lupa dan paling penting, jangan sembarangan klik link atau tautan yang dibagikan via email, chat, SMS dan sebagainya."

Recommended