Pendapatan FIFA melonjak, imbasnya bonus untuk Presiden FIFA, Gianni Infantino, pun ikut terkerek naik.
FIFA mengumumkan bahwa paket kompensasi untuk Gianni Infantino mencapai 6 juta dolar AS (sekitar Rp101,4 miliar), sudah termasuk bonus tahunan yang meningkat 33 persen.
Laporan keuangan tahunan FIFA, yang dirilis pada Jumat (20/3/2026), menyebutkan gaji pokok tahunan Infantino tetap 2,6 juta franc Swiss (Rp55,7 miliar).
Namun, bonus tahunannya bertambah 550.000 franc Swiss menjadi 2,2 juta franc Swiss (Rp47,1 miliar) pada tahun 2025. Pada tahun tersebut, FIFA menyelenggarakan edisi perdana Piala Dunia Antarklub dengan format baru di Amerika Serikat selama sebulan.
Sebagai perbandingan, dua tahun sebelumnya, bonus tahunan Infantino adalah 1,65 juta franc Swiss.
Belum ada informasi apakah Infantino menerima kompensasi tambahan lainnya, termasuk untuk pemeliharaan rumah di Swiss dan Florida.
FIFA memiliki basis operasional di Coral Gables, Florida, yang menjadi pusat persiapan Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.
Piala Dunia Antarklub, yang didukung oleh pendanaan Arab Saudi, memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasukan FIFA, dengan tambahan sekitar 2 miliar dolar AS.
Secara keseluruhan, pendapatan FIFA diperkirakan mencapai setidaknya 13 miliar dolar AS dalam siklus empat tahun hingga Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam laporan yang sama, FIFA memproyeksikan target pendapatan 14 miliar dolar AS untuk periode 2027-2030.
Siklus komersial ini mencakup edisi kedua Piala Dunia Antarklub putra, dengan tuan rumah yang belum ditentukan, serta penyelenggaraan Piala Dunia putra dan putri.
Piala Dunia Wanita dijadwalkan berlangsung di Brasil pada 2027. Sementara itu, Piala Dunia 2030 akan digelar bersama oleh Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan laga pembuka dimainkan di Argentina, Paraguay, dan Uruguay.
Alokasi Pendapatan
FIFA berencana mengalokasikan 2,7 miliar dolar AS dari total pendapatan 14 miliar dolar AS untuk program pengembangan bagi 211 federasi anggotanya, termasuk badan sepak bola kontinental dan regional.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 20 persen dibandingkan siklus empat tahun sebelumnya.
Infantino dijadwalkan mencalonkan diri kembali sebagai presiden FIFA tahun depan untuk masa jabatan keempat, memperpanjang kepemimpinannya hingga 2031. Ini adalah batas maksimal yang diperbolehkan dalam statuta FIFA saat ini. Penggantinya kelak hanya dapat menjabat maksimal tiga periode masing-masing empat tahun.
FIFA mulai mempublikasikan perincian gaji pejabat tinggi dan eksekutifnya sebagai bagian dari reformasi transparansi yang disahkan pada hari Infantino pertama kali terpilih sebagai presiden pada 2016.
Besaran remunerasi tersebut ditentukan oleh panel kompensasi yang ditunjuk FIFA.