PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia dengan menyalurkan bantuan berupa 5.500 paket sekolah.
Bantuan ini ditujukan bagi siswa-siswi yang berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Barat, dan Papua Barat Daya.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab BRI terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah tersebut.
"BRI turut memperkuat fondasi masa depan generasi Indonesia melalui pemberian 5.500 Paket Sekolah di berbagai wilayah. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat bagi siswa-siswi serta dapat menjadi motivasi dan pemantik semangat untuk terus belajar dan mewujudkan cita-cita. Program ini juga diharapkan mampu menciptakan generasi unggul dari wilayah NTT, Sumatera Barat dan Papua Barat Daya" ujar Hery dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).
Hery menambahkan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam membentuk karakter, membuka peluang, dan memberikan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di era global.
Bantuan paket sekolah ini diharapkan dapat mendukung kegiatan belajar siswa dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan bangsa.
Pemberian paket sekolah ini sejalan dengan komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi masa depan generasi Indonesia. Dalam rangka satu tahun perjalanannya, Danantara Indonesia menyerahkan secara simbolis 88.000 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak di seluruh Indonesia.
Program ini dilaksanakan serentak oleh BUMN di berbagai daerah, termasuk BRI, sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan dan persiapan Generasi Emas Indonesia.
Dalam rangka memperingati satu tahun perjalanannya, Danantara Indonesia mengadakan kegiatan refleksi di Wisma Danantara, Jakarta, pada Selasa (11/3), dengan tema "Satu Danantara". Tema ini mencerminkan semangat seluruh BUMN untuk bergerak bersama dalam memperkuat ekonomi nasional dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi generasi mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya menjaga integritas, disiplin tata kelola, serta orientasi jangka panjang dalam pengelolaan aset negara guna memperkuat fondasi pembangunan ekonomi nasional kepada seluruh insan Danantara Indonesia.
Prabowo menegaskan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
"Kita bersyukur Indonesia kini memiliki sebuah lembaga pengelola investasi negara yang dapat disejajarkan dengan sovereign wealth fund di tingkat global. Dalam satu tahun ini sudah terlihat bahwa dengan manajemen yang baik, tata kelola yang disiplin, serta komitmen yang kuat, kinerja pengelolaan aset negara dapat meningkat secara signifikan. Namun capaian ini baru awal. Ke depan kita harus terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan kinerja agar pengelolaan aset negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," ucap Prabowo.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa fokus utama tahun pertama adalah membangun fondasi kelembagaan dan tata kelola yang kuat untuk memastikan pengelolaan investasi negara berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
"Pengelolaan aset negara pada akhirnya harus memberikan dampak nyata bagi masa depan bangsa. Karena itu, komitmen terhadap pembangunan generasi masa depan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Danantara Indonesia," ungkapnya.
Komitmen ini tercermin dalam penguatan tata kelola dan struktur pengelolaan aset negara, serta berbagai inisiatif yang memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk generasi muda.
Danantara Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat fondasi tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara, serta mendorong investasi strategis yang memberikan dampak ekonomi dan sosial jangka panjang bagi Indonesia.
"Satu tahun pertama ini adalah fase membangun fondasi. Ke depan, fokus kami adalah memastikan fondasi tersebut diterjemahkan menjadi kinerja yang nyata, melalui tata kelola yang kuat, pengelolaan aset negara yang profesional, serta investasi strategis yang memberikan manfaat bagi perekonomian nasional dan masa depan generasi Indonesia," tutup Rosan.