Budi Sudarsono, Striker Cepat dan Licin yang Dikenang

Budi Sudarsono, striker Timnas Indonesia yang dikenal cepat, liar, dan licin, memiliki julukan \

Budi Sudarsono tetap dikenang karena gaya permainannya yang berbeda. Ia dikenal cepat, liar, dan licin dengan gocekan mautnya.

Dari sekian banyak penyerang lokal bertalenta yang pernah menghiasi Timnas Indonesia, Budi Sudarsono menjadi salah satu yang paling diingat. Dia adalah seorang pemburu gol yang tak hanya memiliki daya hancur dahsyat, tetapi juga menjadi predator di jantung pertahanan lawan.

Tak heran jika ia kemudian dijuluki Si Ular Piton atau Budigol. Gol demi gol kerap ia sumbangkan di mana pun ia beraksi, baik di klub maupun di Timnas Indonesia.

Legenda yang kini berusia 46 tahun itu memiliki karier panjang. Ia pernah membela sejumlah klub papan atas tanah air, di antaranya Persebaya Surabaya, Persik Kediri, Persija Jakarta, dan Persib Bandung.

Bersama Persija, kelahiran 19 September 1979 ini ikut mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 2001. Hal serupa juga ia torehkan bersama Persik, kala Macan Putih menjadi yang terbaik di Liga Indonesia 2006.

Budi Sudarsono juga membawa Skuad Garuda ke final Piala AFF 2002. Sayang, Indonesia harus puas menjadi runner-up.

Budi Sudarsono mengungkapkan asal-usul julukan Si Ular Piton melalui kanal YouTube Vindes.

Menurut Budi Sudarsono, rekan setimnya tak pernah memanggilnya dengan julukan itu. Julukan tersebut terlontar dari suporter yang terkesan dengan aksinya.

"Enggak pernah, yang memanggil piton itu hanya suporter saja. Saya juga enggak tahu awal mulanya julukan itu," kata Budi Sudarsono.

"Tiba-tiba suporter ngasih julukan itu. Itu zaman saya masih di Persija Jakarta. Namun, dulu memang begini, saya punya moto dalam sepak bola, saya kalau enggak ngelewatin orang itu seperti makan nasi enggak pakai lauk," imbuh Budi.

Inspirasi dari Striker Brasil

Budi Sudarsono mengaku terinspirasi gaya permainan legenda Brasil, Ronaldo Nazario.

"Waktu itu zaman-zaman Ronaldo Nazario. Kalau enggak ngelewatin orang memang kayak gimana gitu. Makanya saya untuk bisa cetak gol itu, enggak ada atau jarang yang hanya satu sentuhan," ujar Budi Sudarsono.

"Ngelewatin orang dulu baru masukin gitu. Ya, mungkin dari situ julukan piton itu," ujarnya lagi.

Kegemaran Menggiring Bola

Budi Sudarsono menambahkan, ia adalah tipe penyerang yang suka melakukan dribbling. Sembari menggiring bola, ia menyerbu lini belakang lawan dengan gocekan mautnya.

"Nah, ketika counter-attack, otomatis saya yang harus mengejar. Dari situ saya bisa ngelewati beberapa orang sampai kemudian mencetak gol. Itu enggak satu-dua kali, tapi sering," tukas Budi Sudarsono.

"Mungkin ya, mungkin dari situ ada sebutan piton itu. Saya tuh tipe penyerang yang suka atau nyaman melalukan dribbling atau terobosan seperti itulah," kata Budi Sudarsono sembari menambahkan bahwa di eranya seorang penyerang dituntut punya banyak skil untuk menjebol gawang musuh.

"Kalau terobosan, semua pemain harus bisa, karena dulu kita dituntut oleh pelatih harus bisa menerima bola di belakang pemain lawan. Itu sangat susah. Kalau timing-nya enggak tepat bisa offside. Kalau kurang kecepatan juga enggak bisa sampai."

"Nah, itu kita diajarkan bukan hanya cuma sebulan atau dua bulan. Kita TC itu biasanya kalau timnas itu biasa tahunan," tutup Budi Sudarsono.

Recommended