Bulog Ajukan Penambahan Kuota Minyakita Akibat Kenaikan Harga Plastik

Perum Bulog mencatat peralihan konsumen minyak curah ke Minyakita imbas lonjakan harga plastik kemasan yang mencapai Rp 58.000 per kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan terjadinya lonjakan permintaan Minyakita di pasar tradisional akibat tingginya harga plastik kemasan minyak curah pada Selasa (14/4/2026). Pergeseran konsumsi ini memicu Bulog untuk mengusulkan penambahan kuota pasokan guna menjaga ketersediaan barang.

Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, harga plastik yang sebelumnya berada pada kisaran Rp 40.000 per kg melonjak signifikan menjadi Rp 58.000 per kg. Kondisi ini membuat harga minyak goreng curah di tingkat pedagang melambung hingga Rp 23.000 per kg karena tingginya biaya pengemasan mandiri.

Situasi tersebut berbanding terbalik dengan harga Minyakita yang dipatok sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) senilai Rp 15.700 per liter. Selisih harga yang cukup lebar mendorong masyarakat yang sebelumnya mengonsumsi minyak curah beralih ke produk subsidi pemerintah tersebut.

"Ini memang kita tidak pungkiri karena terus terang dampak dari kenaikan harga plastik, ini minyak curah, jadi para konsumen minyak curah beralih kepada Minyakita," ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog saat meninjau Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Rizal menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan baku plastik mulai dirasakan pedagang sejak menjelang Idulfitri. Faktor eksternal seperti penutupan Selat Hormuz diduga menjadi penyebab terganggunya rantai pasok yang berdampak pada kenaikan harga kemasan plastik di dalam negeri.

Guna mengantisipasi kelangkaan, Perum Bulog telah mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan kuota Domestic Market Obligation (DMO) menjadi 65%. Langkah ini diambil sebagai respons atas kekosongan stok di beberapa titik distribusi pada Senin (13/4/2026).

Dalam skema distribusi saat ini, pemerintah mewajibkan produsen untuk menyalurkan minimal 35% Minyakita melalui BUMN Pangan. Dari total kuota tersebut, Perum Bulog mendapatkan alokasi sebesar 70%, sementara ID Food memegang 20%, dan Agrinas Palma sebesar 10%.

Rizal menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memastikan stok di pasaran tetap aman dan terpenuhi mulai hari ini. Penambahan pasokan dilakukan secara bertahap untuk mencegah terjadinya praktik penimbunan atau kelangkaan di tengah meningkatnya minat konsumen.

Recommended