Bursa Kripto Terintegrasi Indonesia Resmi Beroperasi Didukung Rp 1 Triliun

Indonesia kini memiliki bursa kripto baru yang menggabungkan fungsi bursa, kliring, dan kustodian. Infrastruktur ini didukung modal dasar Rp 1 triliun.

Indonesia kini memiliki sebuah bursa kripto baru yang telah resmi beroperasi, melengkapi ekosistem aset digital terintegrasi di dalam negeri. Infrastruktur ini dirancang untuk menggabungkan fungsi bursa, kliring, dan kustodian dalam satu sistem yang komprehensif. CEO ICEx Group, Kai Pang, menjelaskan bahwa kehadiran bursa ini merupakan bagian penting dari pengembangan infrastruktur aset kripto di Indonesia, dikutip dari Antara dan dilansir dari Detik Finance pada Kamis (2/4/2026).

Kai Pang menegaskan, "Ini bukan sekadar pencapaian domestik. Indonesia sedang membangun infrastruktur kripto berkelas dunia dengan caranya sendiri." Pernyataan ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk menjadi pemain signifikan dalam industri aset digital global.

Bursa kripto ini terhubung dengan dua lembaga penting lainnya, yakni lembaga kliring Crypto Asset Clearing International (CACI) dan kustodian International Crypto Custodian (ICC. Ketiga entitas tersebut telah mendapatkan izin resmi dan didukung oleh modal dasar sebesar Rp 1 triliun. Modal ini berasal dari 11 Pedagang Aset Kripto Digital (PAKD) yang juga menjadi anggota ekosistem tersebut.

Menurut Andrew Marchen, CTO ICEx Group, mayoritas transaksi kripto yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia masih terjadi di luar negeri. Data dari Asosiasi FinTech Indonesia (Aftech) menunjukkan bahwa sekitar 70% dari seluruh transaksi aset digital dilakukan melalui bursa asing.

"Artinya sebagian besar potensi ekonomi digital kita, likuiditas, aktivitas, bahkan inovasi, masih mengalir ke luar negeri," jelas Andrew. Integrasi dalam satu ekosistem ini diharapkan dapat mengurangi fragmentasi industri yang selama ini terjadi, sehingga mendorong efisiensi, transparansi, dan meningkatkan kepercayaan pasar.

Di sisi lain, CFO ICEx Group, Rizky Indraprasto, mengungkapkan rencana perusahaan untuk fokus pada pengembangan produk derivatif dan tokenisasi aset riil atau real world asset (RWA).

Recommended