Gelar Juara Piala Afrika 2025 Milik Senegal Dicabut

Badan Banding CAF mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 milik Senegal. Maroko dinobatkan sebagai juara baru.

Gelar juara Piala Afrika 2025 yang sebelumnya diraih Timnas Senegal kini resmi dicabut. Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menetapkan Maroko sebagai juara baru setelah mengkaji ulang insiden di partai puncak.

Keputusan ini terbilang belum pernah terjadi sebelumnya. CAF menetapkan kemenangan default untuk Maroko dengan skor 3-0.

Badan Banding CAF mengkaji ulang insiden pada final yang berlangsung di Rabat, Maroko, 19 Januari lalu. Saat itu, tim Senegal sempat meninggalkan lapangan selama 15 menit sebagai bentuk protes terhadap keputusan penalti untuk tuan rumah.

Aksi tersebut dipimpin oleh pelatih Senegal, Pape Thiaw, dan diikuti oleh sejumlah pemain. Sadio Mane, kapten tim, membujuk rekan-rekannya untuk kembali melanjutkan pertandingan.

Walaupun penalti Brahim Diaz gagal menjadi gol, pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu. Pape Gueye mencetak gol yang pada saat itu memastikan kemenangan Senegal.

Namun, hasil di lapangan tersebut tidak diakui. CAF menyatakan bahwa Senegal dianggap kalah karena melanggar regulasi.

"Dewan banding CAF memutuskan bahwa berdasarkan Pasal 84 Regulasi Afcon, tim nasional Senegal dinyatakan kalah pada pertandingan final TotalEnergies CAF Africa Cup of Nations Morocco 2025, dengan hasil pertandingan dicatat 3–0 untuk Federation Royale Marocaine de Football (FRMF)," demikian bunyi pernyataan resmi CAF.

CAF juga menilai tindakan tim Senegal melanggar Pasal 82 Regulasi Africa Cup of Nations.

Sebelumnya, dalam sidang disipliner awal, CAF hanya menjatuhkan sanksi denda lebih dari 1 juta dolar AS serta larangan terhadap sejumlah pemain dan ofisial dari kedua tim, tanpa mengubah hasil akhir.

Keputusan terbaru ini membatalkan status juara yang sudah diraih Senegal.

Reaksi Senegal dan Maroko

Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) diperkirakan akan mengajukan banding ke CAS. Moussa Niakhate, pemain Senegal, mengunggah foto trofi Piala Afrika 2025 di media sosial dengan tulisan, "Ambil saja kalau berani. Mereka gila."

Perayaan besar sempat terjadi di Dakar, dengan hampir satu juta warga turun ke jalan sehari setelah final untuk merayakan gelar kedua Senegal.

Sementara itu, pihak Maroko melalui FRMF menegaskan bahwa langkah yang mereka tempuh bukan untuk meragukan kualitas lawan. "Federasi ingin menegaskan bahwa pendekatan kami tidak pernah dimaksudkan untuk mempertanyakan performa olahraga tim-tim peserta, melainkan semata-mata meminta penerapan regulasi kompetisi."

Mereka juga menekankan pentingnya kepastian aturan dalam turnamen. "Federasi menegaskan kembali komitmennya untuk menghormati aturan, memastikan kejelasan dalam kerangka kompetisi, dan menjaga stabilitas dalam kompetisi Afrika."

Recommended