ByteDance Lepas Moonton ke Savvy Games Senilai Rp96 Triliun

ByteDance menjual Moonton, pengembang Mobile Legends, ke Savvy Games Group senilai USD6 miliar (sekitar Rp96 triliun). Fokus ke AI jadi alasan.

Industri game global kembali diwarnai akuisisi besar. ByteDance secara resmi menjual Moonton, studio game di balik Mobile Legends: Bang Bang, ke Savvy Games Group dengan nilai transaksi mencapai USD6 miliar atau sekitar Rp96 triliun.

Penjualan Moonton menjadi bagian dari strategi ByteDance untuk fokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Langkah ini menandai perubahan arah bisnis perusahaan induk TikTok tersebut setelah sebelumnya sempat agresif masuk ke industri game.

ByteDance mengakuisisi Moonton pada 2021 dengan nilai sekitar US$4 miliar. Namun, unit game ByteDance dinilai kurang mampu bersaing dengan pemain besar seperti Tencent. Akibatnya, ByteDance menutup lini game Nuverse dan mengurangi investasi di sektor ini.

Bagi Savvy Games Group, akuisisi Moonton merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisinya di sektor game mobile dan memperluas jangkauan esports secara global. Savvy Games Group sendiri merupakan perusahaan di bawah naungan Public Investment Fund (PIF), dana kekayaan negara Arab Saudi.

Brian Ward, CEO Savvy Games, menyatakan bahwa akuisisi ini akan memperkuat ekspansi perusahaan di sektor game mobile sekaligus memperluas jangkauan esports secara global.

Mobile Legends: Bang Bang telah diunduh lebih dari 1,5 miliar kali dan memiliki basis pemain yang kuat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Zhang Yunfan, CEO Moonton, dalam memo internal menyebutkan bahwa struktur manajemen perusahaan akan tetap dipertahankan setelah akuisisi rampung. Karyawan Moonton juga akan mendapatkan program insentif sebagai bagian dari transisi kepemilikan ini.

Akuisisi Moonton oleh Savvy Games mencerminkan tren konsolidasi di industri game global. Savvy sebelumnya mengakuisisi Scopely (pengembang Monopoly GO) dan berinvestasi di Niantic (pengembang Pokémon Go) senilai USD3,5 miliar.

Industri game juga menghadapi tekanan, termasuk gelombang PHK besar dalam beberapa tahun terakhir. Bagi pasar Asia Tenggara, akuisisi ini berpotensi membawa dampak besar mengingat popularitas Mobile Legends di kawasan ini.

Recommended