Kapasitas cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional di Indonesia diproyeksikan dapat mencapai durasi satu bulan. Peningkatan ini dimungkinkan dengan adanya penambahan fasilitas penyimpanan atau storage BBM berkapasitas sekitar tujuh hari yang berlokasi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, saat ini fasilitas penyimpanan BBM nasional memiliki kapasitas sekitar 21 hingga 25 hari. Dengan adanya tambahan di Karimun, kapasitas tersebut diharapkan dapat meningkat menjadi satu bulan.
"Tadi kan di awal saya katakan 21 sampai dengan 25 hari. Sekarang ada penambahan lagi 7 hari dari Karimun. Dan ini yang kita lagi komunikasikan sehingga bisa kita mencapai 1 bulan," ujar Bahlil pada Jumat (10/4/2026), seperti dikutip dari Detik Finance.
Pemerintah, lanjut Bahlil, juga tengah mempersiapkan sejumlah proyek pembangunan fasilitas penyimpanan BBM lainnya. Diharapkan, proyek-proyek ini dapat mulai dikerjakan pada bulan Mei mendatang.
Bahlil juga menyampaikan klaim bahwa Indonesia telah berhasil melewati masa kritis terkait pasokan BBM. Hal ini merujuk pada gangguan pasokan energi dan kenaikan harga yang sempat terjadi akibat konflik di Timur Tengah.
Kondisi ini diperparah saat Selat Hormuz, jalur logistik energi internasional, sempat terancam penutupan. Namun, Bahlil menegaskan bahwa situasi kritis tersebut telah berhasil diatasi.
"Saya ingin menyampaikan bahwa masa kritis kita terhadap dinamika global untuk BBM, alhamdulillah kita sudah lewat," kata Bahlil.