Kiper PSIM Yogyakarta Cahya Supriadi tampil gemilang dengan melakukan sembilan penyelamatan penting saat menahan imbang Persija Jakarta 1-1 dalam lanjutan kompetisi pada Rabu (22/4/2026) sore WIB. Pertandingan pekan ke-29 tersebut berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Aksi paling krusial dari penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut terjadi pada menit ke-41 saat ia berhasil mementahkan eksekusi penalti pemain sayap Persija, Maxwell Souza. Penampilan solid ini menyelamatkan Laskar Mataram dari kekalahan setelah sebelumnya sempat unggul cepat melalui gol Ezequiel Vidal di menit ke-4.
Dilansir dari Bola, Persija Jakarta sempat menyamakan kedudukan melalui titik putih yang dieksekusi oleh Allano Lima pada menit ke-20. Meski gagal meraih poin penuh, tambahan satu angka ini membawa PSIM naik ke posisi sembilan klasemen sementara dengan perolehan 39 poin sekaligus memutus tren negatif tiga kekalahan beruntun.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memberikan apresiasi besar atas kontribusi kiper mudanya tersebut di bawah mistar gawang. Van Gastel menilai Cahya memiliki masa depan yang cerah karena statusnya yang juga merupakan bagian dari tim nasional.
"Ya, saya senang dengan Cahya. Dia masih muda, dia terpilih untuk tim nasional, jadi masa depannya masih panjang. Dan hari ini, ya, dia sangat penting dengan menyelamatkan penalti kedua," kata Jean-Paul van Gastel, Pelatih PSIM Yogyakarta.
Juru taktik asal Belanda tersebut menambahkan bahwa proses belajar sangat penting bagi pemain muda, termasuk menghadapi risiko melakukan kesalahan dalam pertandingan. Menurutnya, kematangan seorang pemain akan terbentuk seiring dengan pengalaman dan evaluasi dari setiap performa di lapangan.
Berdasarkan data statistik musim ini, Cahya Supriadi menjadi pemain lokal dengan menit bermain tertinggi di skuad PSIM yaitu sebanyak 2.430 menit. Mantan pemain Timnas Indonesia U-22 tersebut tercatat telah tampil dalam 27 pertandingan dengan koleksi delapan kali nirbobol dan 36 kali kebobolan.