Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, menyerukan perubahan regulasi di Premier League terkait intensitas duel fisik dalam situasi bola mati. Menurutnya, aksi saling tarik dan dorong di area penalti telah melampaui batas dan memerlukan penanganan serius.
Sorotan terhadap masalah ini muncul setelah beberapa pertandingan terakhir MU menyoroti ketatnya persaingan di kotak penalti, terutama saat tendangan sudut. Arsenal dan Everton beberapa kali menguji kiper MU, Senne Lammens, melalui skema serupa selama tujuh pertandingan di bawah Carrick.
Lammens bahkan menggambarkan duel bola mati musim ini sebagai "perang", mengacu pada kekacauan di kotak enam yard di Hill Dickinson Stadium. Perdebatan kembali mencuat saat Arsenal mengalahkan Chelsea 2-1, dengan gol penentu kemenangan berasal dari sepak pojok.
Carrick menilai keseimbangan permainan mulai bergeser. "Saya pikir ini sudah terlalu jauh," ujarnya.
Ia menambahkan, praktik tersebut perlahan kembali menguat karena efektivitas sepak pojok yang tinggi. "Itu merayap masuk, menjadi lebih kuat. Saya pikir keberhasilan situasi bola mati, khususnya sepak pojok, mungkin karena begitu banyak pemain bisa ditempatkan berdekatan, membuat semakin banyak tim melakukannya karena tingkat keberhasilannya sangat tinggi," imbuhnya.
Carrick memahami alasan tim mengandalkan cara itu, namun menegaskan keseimbangan permainan secara keseluruhan tidak tepat. "Bisa dimengerti mengapa banyak tim mencoba dan melakukannya. Tapi, sebagai sebuah permainan, rasanya kami belum mendapatkan keseimbangan yang benar," ujarnya.
Ia menyerahkan keputusan kepada otoritas liga. "Saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan soal ini. Bukan saya yang memutuskannya. Tapi, sementara itu, Anda harus menghadapi apa yang ada di depan Anda, dan jika itu diperbolehkan, maka Anda harus memanfaatkannya," ucapnya.
MU sendiri meraih kemenangan dalam dua laga yang diwarnai duel fisik intens di kotak penalti. Di bawah Carrick, tim mengumpulkan 19 poin dari 21 poin maksimal. Carrick menolak menyebut tren positif itu sebagai kejutan. "Saya tidak akan menggunakan kata 'terkejut'. Anda selalu berusaha memenangkan pertandingan," katanya.
"Setiap pertandingan bisa dimenangkan. Saya pikir kedua tim akan masuk dengan pemikiran yang sama. Jika Anda bisa bertahan dengan itu, melangkah selangkah demi selangkah, mencoba konsisten, maka kami merasa memberi diri kami sendiri peluang untuk melakukannya," tutur Carrick.