Dua pemain pilar Arsenal, Bukayo Saka dan Declan Rice, dipastikan tidak akan memperkuat Tim Nasional Inggris dalam pertandingan uji coba melawan Jepang yang dijadwalkan pada Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Keputusan ini diambil oleh Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, untuk menghindari risiko cedera lebih lanjut, meskipun kedua pemain tersebut sangat berkeinginan untuk berlaga.
Saka dan Rice termasuk di antara delapan pemain yang dikeluarkan dari skuad Inggris untuk pertandingan yang akan digelar di Stadion Wembley. Berdasarkan evaluasi medis, keduanya masih merasakan ketidaknyamanan fisik. Kondisi ini membuat Tuchel memprioritaskan kesehatan jangka panjang para pemainnya.
“Mereka menunjukkan keinginan kuat untuk bermain, demi memperjelas situasi. Namun, sangat tidak masuk akal jika kami mengambil risiko,” ujar Tuchel dalam sebuah konferensi pers, seperti dikutip dari Bola, Senin (30/3/2026).
Mantan pelatih Chelsea itu menjelaskan bahwa apabila laga kontra Jepang merupakan pertandingan terakhir dalam musim ini, kemungkinan besar Saka dan Rice akan tetap dimainkan. Namun, melihat jadwal kompetisi yang padat menjelang akhir musim, langkah paling bijak adalah mengembalikan mereka ke klub masing-masing untuk menjalani pemeriksaan dan pemulihan lebih lanjut.
Tuchel menegaskan bahwa risiko yang dihadapi terlalu besar. “Mereka jelas masih merasakan ketidaknyamanan saat pemeriksaan medis. Tidak ada alasan bagi mereka untuk tetap bertahan di sini,” tambahnya.
Selain Saka dan Rice, beberapa pemain lain seperti Noni Madueke, John Stones, dan Adam Wharton juga harus meninggalkan kamp latihan Timnas Inggris karena cedera. Hal ini menyebabkan komposisi skuad Tiga Singa mengalami banyak perubahan dari rencana awal.
Meskipun demikian, Tuchel memandang situasi ini sebagai hal yang lumrah dalam dunia sepak bola, terutama menjelang akhir musim di mana para pemain dituntut untuk tampil di berbagai kompetisi.
“Saya tidak kecewa pada pemain, tapi pada situasinya. Ini realita akhir Maret, di mana banyak pemain terlibat di lebih dari satu kompetisi,” jelas Tuchel.
Pelatih tersebut juga menyoroti tingginya beban bermain yang ditanggung oleh para pemain sepanjang musim ini. Beberapa di antaranya bahkan telah mencatatkan menit bermain lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya.
“Kami juga harus memikirkan kondisi mental mereka. Para pemain membutuhkan jeda, dan kami melihat energi positif saat mereka kembali ke kamp dalam suasana baru,” lanjut Tuchel.
Menariknya, Tuchel memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen para pemain yang tetap menunjukkan semangat untuk membela timnas, bahkan ketika mereka mengalami cedera. “Saya merasakan semua pemain sangat ingin datang. Beberapa pemain yang cedera bahkan tetap bertahan untuk menjalani perawatan. Tidak ada yang langsung pulang, ini menunjukkan semangat tim yang sangat baik,” pungkasnya.