Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mengonfirmasi keberhasilan produk cerutu asal Jember dalam menembus pasar internasional di 14 negara pada Sabtu (2/5/2026). Ekspansi pasar tersebut mencakup wilayah Eropa, Amerika, Asia Timur, hingga Timur Tengah sebagai bukti daya saing komoditas lokal.
Produk BIN Cigar dari Jember kini tidak hanya dikenal sebagai penyedia bahan mentah, tetapi juga produsen cerutu kualitas premium. Dilansir dari Detik Finance, catatan ekspor tembakau Jember pada 2023 telah menyentuh angka 3 juta kilogram lebih dengan perolehan devisa sebesar 31,9 juta dolar AS.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia tersebut menjelaskan bahwa Tembakau Besuki Na-Oogst menjadi faktor kunci karena memiliki aroma dan rasa yang unik. Keunggulan ini membuat produk Indonesia mulai diperhitungkan di tengah dominasi cerutu asal Kuba dan Republik Dominika.
"Keunggulan kita ada pada bahan baku dan keterampilan perajin dan petani tembakau Indonesia. Kombinasi ini menghasilkan cerutu dengan karakter unik yang sulit ditiru negara lain," kata Bambang Soesatyo, Anggota DPR RI.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan pemilik BIN Cigar, Febrian Ananta Kahar, dan Presiden Perikhsa Cigar Brotherhood di Jakarta pada Jumat (1/5). Industri ini dinilai sebagai sektor padat karya yang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi petani dan pengrajin linting.
Pemerintah juga dilaporkan mengambil kebijakan untuk tidak menaikkan cukai tembakau pada tahun 2026. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas lapangan kerja serta mendukung strategi hilirisasi nasional di sektor industri tembakau.
Bambang menekankan pentingnya penguatan branding dan standardisasi kualitas agar Indonesia bisa menjadi pemain utama dunia. Konsistensi dalam menjaga kualitas rasa menjadi syarat mutlak agar Jember dapat diakui sebagai pusat cerutu premium global di masa depan.