Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengungkapkan ambisinya untuk mentransformasi klub Italia tersebut menjadi kekuatan baru melalui penerapan filosofi menyerang yang elegan pada Kamis (7/5/2026). Dalam wawancara eksklusif tersebut, Fabregas menegaskan komitmennya membangun identitas klub berbasis penguasaan bola dan kreativitas.
Dilansir dari Bola, pria berusia 39 tahun tersebut kini memimpin proyek jangka panjang untuk mengangkat posisi Como di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Italia. Mantan gelandang tim nasional Spanyol ini memilih jalur manajerial setelah pensiun sebagai pemain profesional di berbagai klub elit Eropa.
Fabregas menjelaskan bahwa dirinya mengadopsi prinsip-prinsip permainan dari para mentor terbaiknya, termasuk Arsene Wenger dan Pep Guardiola. Fokus utamanya bukan pada belanja pemain bintang dengan dana besar, melainkan pada pengembangan sistem permainan yang berkelanjutan bagi tim.
"Ini adalah tentang identitas. Kami ingin memainkan sepak bola yang membuat orang menikmati setiap detiknya. Jika Anda membangun sesuatu dengan fondasi yang tepat, hasil akan mengikuti," ujar Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Transisi dari pemain menjadi arsitek tim diakui Fabregas sebagai tantangan besar yang memberikan kepuasan berbeda dibandingkan pencapaian individu saat masih aktif bermain. Ia menyatakan bahwa melihat perkembangan pemain muda di bawah arahannya jauh lebih berharga daripada perolehan gelar pribadi di masa lalu.
Proyek pengembangan Como saat ini mencakup perbaikan struktur klub secara menyeluruh demi memastikan keberlangsungan prestasi di masa depan. Fabregas menekankan pentingnya keberanian dan eksperimen dalam menanamkan DNA sepak bola yang tepat kepada seluruh skuad yang dipimpinnya.
Kehadiran sang maestro di pinggir lapangan diharapkan dapat memberikan rasa bangga bagi para penggemar klub setiap akhir pekan melalui gaya bermain yang benar. Fabregas kini terus mematangkan taktiknya guna menjadikan Como sebagai tim yang disegani di kancah Serie A.