PT Chandra Asri Pacific Tbk mengumumkan keadaan kahar (force majeure) menyusul terganggunya pasokan bahan baku. Gangguan ini disebabkan oleh konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengakibatkan penutupan Selat Hormuz.
Pengumuman force majeure ini disampaikan melalui surat pemberitahuan kepada pelanggan pada tanggal 2 Maret 2026, seperti dikutip dari Bloomberg pada Rabu (4/3/2026).
Dalam pengumumannya, perusahaan menyatakan bahwa belum dapat memastikan durasi keadaan kahar ini. Sebagai penyesuaian, Chandra Asri kemungkinan akan mengurangi tingkat operasional pabrik.
"Kami memantau secara saksama situasi yang berkembang antara Amerika Serikat dan Iran dan telah menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami," tulis pengumuman Chandra Asri.
Pengumuman tersebut juga menyatakan, "Sebagai bagian dari langkah-langkah ini, kami akan menyesuaikan tingkat operasional (run rates) di pabrik-pabrik kami."
detikcom telah berupaya mengkonfirmasi kabar ini kepada pihak Chandra Asri, namun hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban yang diterima.