Klub sepak bola Chelsea menghadapi ancaman serius berupa sanksi larangan bertanding di kompetisi Eropa akibat tekanan finansial dan performa buruk pada pertengahan April 2026. Pakar keuangan sepak bola, Stefan Borson, memperingatkan potensi hukuman ini jika klub gagal menyeimbangkan neraca keuangan.
Dilansir dari Bola, tim asal London tersebut saat ini tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara Liga Inggris. Mereka terpaut tujuh poin dari zona Liga Champions, sementara performa tim merosot tajam dengan catatan tujuh kekalahan dari delapan pertandingan terakhir.
Risiko pelanggaran aturan keuangan UEFA menjadi beban utama karena tingginya biaya amortisasi pemain yang mencapai 216 juta paun musim ini. Kegagalan menembus Liga Champions diprediksi akan menghilangkan potensi pendapatan hadiah sebesar 80 juta paun dari otoritas sepak bola Eropa.
"Masalah Liga Champions jelas sangat besar untuk klub dengan struktur biaya dan kerugian seperti mereka," kata Stefan Borson, Pakar Keuangan Sepak Bola. Ia menambahkan bahwa klaim keuntungan operasional klub hanya mungkin terjadi jika komponen biaya besar dalam laporan laba rugi dihapuskan.
Borson berspekulasi bahwa Chelsea bisa mengikuti langkah Juventus pada 2023 dengan menerima sanksi larangan tampil di Eropa secara sukarela. Langkah ekstrem ini diambil dengan cara mengakui pelanggaran keuangan di atas 20 juta euro dan membayar denda untuk menyusun ulang kesepakatan musim berikutnya.
Di sisi lain, suporter Chelsea mulai menyuarakan kegelisahan melalui aksi protes besar terhadap pemilik klub, BlueCo, sebelum laga melawan Manchester United pekan lalu. Ketidakstabilan manajemen terlihat dari pergantian pelatih mulai dari Thomas Tuchel hingga pencopotan Enzo Maresca meski telah menghabiskan dana transfer lebih dari 1 miliar paun.
Secara matematis, peluang Chelsea menuju Liga Champions masih bergantung pada hasil tim lain, termasuk harapan agar Aston Villa menjuarai Liga Europa. Namun, pengamat internal klub menilai posisi Chelsea justru rawan merosot ke paruh bawah klasemen jika tidak segera memperbaiki hasil di lapangan.