Chelsea Dibantai PSG, Rosenior Akui Tanggung Jawab

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, bertanggung jawab atas kekalahan 2-5 dari PSG di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Liam Rosenior, manajer Chelsea, menyatakan kekecewaannya usai timnya dibantai Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor 2-5 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan tersebut berlangsung di Parc des Princes, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.

Rosenior juga menyampaikan permintaan maaf atas nama klub atas kekalahan tersebut. Peluang Chelsea untuk melaju ke babak perempat final kini terancam. Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan bagi The Blues.

Chelsea sempat memberikan perlawanan dengan dua kali menyamakan kedudukan. Namun, pada menit ke-74, kesalahan umpan kiper Filip Jørgensen berhasil dimanfaatkan oleh Bradley Barcola. Bola kemudian dioperkan kepada Khvicha Kvaratskhelia, yang memberikan umpan kepada Vitinha untuk mencetak gol.

Setelah gol tersebut, Chelsea mengalami penurunan performa. Kvaratskhelia berhasil mencetak dua gol tambahan di akhir pertandingan. Insiden juga terjadi ketika Pedro Neto menjatuhkan seorang ball boy saat berebut bola. Enzo Fernandez terlihat memarahi kipernya setelah kesalahan lain yang berujung pada gol PSG yang dianulir.

Meskipun sempat memberikan perlawanan, Chelsea akhirnya menyerah dalam 15 menit terakhir pertandingan. Sebelumnya, gol dari Malo Gusto dan Fernandez sempat membalas gol dari Barcola serta Ousmane Dembele.

“Ini adalah hasil yang sangat mengecewakan. Sebagian besar pertandingan, kami sebenarnya cukup puas. 15 menit terakhir benar-benar gila," kata Rosenior seusai pertandingan, dikutip dari AP.

“Itu tanggung jawab saya. Kami harus lebih baik saat menghadapi kesalahan atau kemunduran. Anda harus tetap tenang pada momen seperti itu, termasuk saya,” ujarnya.

“Ini terasa menyakitkan karena selama 75 menit kami masih berada dalam persaingan,” imbuhnya.

Gol Kelima Jadi Pukulan Telak

Keputusan Rosenior terkait posisi penjaga gawang kemungkinan akan menjadi sorotan. Jorgensen bermain setelah menggantikan Robert Sanchez. “Pemain membuat kesalahan. Filip bukan yang pertama. Pada saat skor 2-2, kami sebenarnya sedang berada dalam momentum bagus," ujar Rosenior.

“Di level tertinggi, perbedaannya sangat tipis. Gol kelima adalah yang paling menyakitkan. Kami gagal mengantisipasi pola permainan yang sederhana dan mereka mencetak gol kelima yang membuat situasi menjadi sangat sulit," jelasnya.

Menembak Kaki Sendiri

Neto sempat memberikan kausnya kepada ball boy yang terjatuh. Namun, insiden itu tetap meninggalkan kesan pahit bagi Chelsea.

“Jika ada sesuatu dari pihak kami yang tidak pantas, saya meminta maaf atas nama klub,” kata Rosenior.

Chelsea sebenarnya tampil berani dengan berusaha meladeni permainan juara Eropa. Akan tetapi, tim London Barat itu justru menjadi bumerang.

Mereka dinilai terlalu santai menghadapi ancaman PSG, memberikan ruang bagi Dembele dan Barcola, kurang agresif dalam perebutan bola, serta terlalu mudah kehilangan bentuk saat menghadapi transisi cepat lawan.

“Kami menembak kaki sendiri dan membuat duel ini menjadi sangat sulit,” kata Rosenior.

“Bahkan saat skor 2-4, memang bukan hasil terbaik, tetapi kami masih punya peluang pada leg kedua. Gol kelima itulah yang paling menyakitkan. Ini sesuatu yang harus benar-benar saya perbaiki. Kami sangat dekat untuk menjadi tim yang luar biasa,” pungkasnya.

Recommended