Kekalahan tipis 0-1 dari Manchester United di Stadion Stamford Bridge pada Sabtu (18/4/2026) memperpanjang tren negatif Chelsea yang belum mencetak gol dalam empat pertandingan terakhir Liga Inggris. Hasil ini memicu gelombang protes dari suporter yang menuntut perbaikan performa tim.
Krisis produktivitas gol ini menjadi catatan terburuk bagi klub asal London Barat tersebut sejak November 1912. Sebagaimana dilansir dari Bola, lini serang The Blues tercatat tidak mampu membobol gawang lawan selama hampir enam setengah jam pertandingan di kompetisi domestik.
Tekanan besar kini mengarah kepada manajer Liam Rosenior setelah timnya terlempar dari persaingan papan atas. Chelsea saat ini tertinggal empat poin dari posisi lima besar klasemen sementara, meskipun telah memainkan satu pertandingan lebih banyak dibandingkan tim rival lainnya.
Aksi protes tidak hanya datang dari pendukung lokal, tetapi juga melibatkan kelompok ultras dari klub Prancis, Strasbourg. Mereka menyuarakan ketidaksenangan terhadap kebijakan model multi-klub yang diterapkan oleh pemilik Chelsea, Todd Boehly dan Clearlake Capital.
"Ini bukan hal yang mustahil, tetapi kami seperti menghadapi gunung untuk didaki," kata Liam Rosenior, Manajer Chelsea, menanggapi situasi sulit timnya usai laga melawan Manchester United.
Kegagalan menembus kualifikasi Liga Champions musim depan berpotensi memberikan dampak finansial yang signifikan bagi klub. Chelsea terancam kehilangan bonus besar dari UEFA serta pendapatan hak siar yang krusial untuk menjaga daya tarik klub di bursa transfer pemain.
Di tengah situasi tersebut, manajer Enzo Maresca memberikan klarifikasi mengenai kondisi Cole Palmer yang telah absen selama dua bulan akibat cedera pangkal paha. Kehadiran Palmer sangat dinantikan menjelang laga krusial melawan Barcelona di kancah Eropa.
Chelsea dijadwalkan akan bertandang ke markas Brighton pada Selasa (21/4/2026) mendatang. Pertandingan tersebut menjadi momentum penting bagi Rosenior untuk mengakhiri rentetan hasil buruk sebelum musim kompetisi berakhir.