Performa Chelsea di bawah asuhan Liam Rosenior masih belum stabil. Meskipun meraih hasil positif, ada masalah yang terus menghantui The Blues, yaitu kesulitan mempertahankan keunggulan.
Bukan soal menciptakan peluang atau mencetak gol, Chelsea sering unggul dan memegang kendali, namun gagal menutup pertandingan dengan nyaman. Situasi yang seharusnya mudah berubah menjadi menegangkan.
Fenomena ini terlihat dalam beberapa laga terakhir Chelsea. Kemenangan pun sering terasa kurang meyakinkan.
Contohnya saat melawan Wrexham di Piala FA, Chelsea menang 4-2, namun pertandingan jauh dari nyaman. Chelsea sempat tampil buruk sebelum unggul 3-2.
Wrexham bermain dengan 10 orang setelah George Dobson dikartu merah, Chelsea unggul satu gol dengan sisa waktu 24 menit. Seharusnya, Chelsea bisa mengendalikan pertandingan dengan tenang.
Namun, Chelsea terus menyerang tanpa pengelolaan permainan yang baik, membuka ruang di lini belakang yang hampir dimanfaatkan Wrexham. Lewis Brunt sempat mencetak gol yang dianulir karena offside melalui VAR.
Jika gol itu disahkan, skor menjadi 3-3 dan pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Kesalahan Serupa Terjadi Berulang
Masalah ini bukan hanya terjadi saat melawan Wrexham. Chelsea beberapa kali menunjukkan pola yang sama.
Saat menang 4-1 atas Aston Villa, Chelsea unggul 3-1, namun kesalahan hampir mengubah situasi. Jorrel Hato salah umpan di depan kotak penalti, bola jatuh ke Emi Buendia yang memberikan peluang kepada Ollie Watkins.
Watkins punya peluang emas, namun terlalu lama mengambil keputusan sehingga Trevoh Chalobah berhasil melakukan tekel penting. Jika berbuah gol, momentum pertandingan bisa berubah drastis.
Saat melawan Wolverhampton Wanderers, Chelsea unggul 3-0 di babak pertama, namun kehilangan fokus di babak kedua. Tolu Arokodare mencetak gol dari bola mati sembilan menit setelah jeda, membuat pertandingan menjadi lebih rumit.
Saat melawan Leeds United, saat unggul 2-0, Moises Caicedo melakukan pelanggaran yang tidak perlu dan memberikan penalti bagi lawan. Chelsea akhirnya imbang 2-2. Hasil serupa juga terjadi saat melawan Burnley setelah Zian Flemming mencetak gol penyeimbang di injury time.
Liam Rosenior Akui Masalah Chelsea
Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, mengakui bahwa timnya masih memiliki masalah dalam mengelola pertandingan.
Ia mengaku menyadari persoalan tersebut sejak awal kepemimpinannya. "Kejadian seperti ini juga terjadi saat melawan Crystal Palace sekitar enam minggu lalu ketika saya baru bergabung. Kami menguasai pertandingan, tetapi kami harus menemukan cara untuk mengelola permainan dengan lebih baik," ujar Rosenior.
"Kami bermain sebagai sebuah tim, tetapi kadang menghadapi lawan yang sangat bagus dan mereka terus menekan."
Rosenior menegaskan dirinya masih dalam proses memahami karakter para pemain Chelsea. "Saya masih belajar tentang grup ini. Saya baru dua bulan di klub. Saya masih mempelajari kemampuan para pemain dan bagaimana mereka membaca pertandingan."
Meski demikian, ia tetap menilai performa timnya sejauh ini tidak buruk. "Kami berada dalam posisi yang cukup kuat di semua kompetisi sejak saya datang. Dari 15 pertandingan, kami meraih 10 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Itu bukan situasi yang buruk."
"Sekarang yang harus kami lakukan adalah memastikan kami memaksimalkan posisi yang kami miliki di semua kompetisi."
Bisa Mengancam Target Liga Champions
Masalah ini bisa menjadi krusial bagi Chelsea dalam perburuan tiket Liga Champions.
Rosenior menyebut dua hasil imbang melawan Leeds dan Burnley sebagai hasil yang sangat merugikan. Empat poin yang hilang bisa membuat posisi Chelsea jauh lebih baik di klasemen.
Jika memenangkan dua laga tersebut, Chelsea saat ini bisa saja duduk di posisi ketiga. Namun kenyataannya mereka masih tertahan di peringkat kelima dan hanya unggul selisih gol atas Liverpool.
Selain itu, tiga kekalahan Chelsea musim ini semuanya datang dari Arsenal. Fakta ini menunjukkan bahwa tim-tim besar mampu memanfaatkan kelemahan Chelsea ketika mereka kehilangan kontrol permainan.
Arsenal bahkan menyingkirkan Chelsea di semifinal Carabao Cup sebelum kembali mengalahkan mereka 2-1 di Premier League pekan lalu.
Tantangan Berat di Tiga Kompetisi
Chelsea masih berpeluang menjadikan musim ini sebagai musim yang sukses. Namun tantangan yang dihadapi jelas tidak ringan.
Di Liga Champions, mereka akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain pada babak 16 besar. Leg pertama dijadwalkan berlangsung di kandang PSG pada pertengahan pekan ini.
Sementara itu perjalanan Chelsea di Piala FA sejauh ini relatif mulus karena selalu menghadapi tim dari divisi yang lebih rendah. Namun situasi bisa berubah di perempat final.
Arsenal, Manchester City, dan Liverpool berpotensi menjadi lawan mereka pada fase tersebut.
Chelsea memiliki kualitas untuk bersaing di semua kompetisi. Namun jika mereka terus mengulangi kesalahan yang sama saat sudah unggul dalam pertandingan, musim ini bisa saja berakhir dengan kekecewaan.