Chelsea dan West Ham Dihukum FA Akibat Kericuhan di Laga Premier League

FA menjatuhkan sanksi kepada Chelsea dan West Ham United berupa denda ratusan ribu poundsterling akibat kericuhan antarpemain.

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) memberikan sanksi kepada Chelsea dan West Ham United setelah insiden kericuhan yang terjadi pada pertandingan pekan ke-23 Premier League di Stamford Bridge, 1 Februari lalu.

Pertandingan yang dimenangkan Chelsea dengan skor 3-2 itu diwarnai bentrokan antarpemain pada injury time babak kedua.

Kericuhan bermula saat Joao Pedro bereaksi terhadap dorongan Adama Traore kepada Marc Cucurella. Situasi ini memicu keributan yang melibatkan pemain dari kedua tim.

Dalam insiden tersebut, bek West Ham, Jean-Clair Todibo, mendapat kartu merah setelah tertangkap VAR mencekik Joao Pedro. Manajer West Ham, Nuno Espirito Santo, mengaku heran dengan jumlah kartu yang dikeluarkan wasit.

"Aneh, dengan kekacauan seperti itu hanya satu kartu kuning dan satu kartu merah yang diberikan. Saya harus melihatnya lagi," ujarnya.

FA menyatakan bahwa kedua klub gagal mengendalikan perilaku pemainnya saat insiden terjadi pada menit ke-90+5. Komisi Regulasi Independen memutuskan Chelsea didenda 325 ribu poundsterling (Rp7,3 miliar), sementara West Ham dihukum 300 ribu poundsterling (Rp6,8 miliar).

Kedua klub mengakui dakwaan tersebut sebelum sanksi dijatuhkan. FA menilai Chelsea gagal memastikan para pemainnya tidak bersikap tidak pantas atau provokatif. Sementara itu, West Ham dianggap gagal mencegah tindakan tidak pantas, provokatif, bahkan berunsur kekerasan.

Terlepas dari insiden panas, pertandingan itu sendiri menyajikan drama comeback yang luar biasa. West Ham sempat unggul dua gol lebih dulu lewat Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville. Namun, Chelsea berhasil menyamakan skor melalui Joao Pedro dan Marc Cucurella, sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan The Blues.

Recommended